Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Aksi 12.12 Menggema di Kantor Gubernur: Publik Desak Selamatkan BKB dari “Bayang-bayang Beton”
Regional

Aksi 12.12 Menggema di Kantor Gubernur: Publik Desak Selamatkan BKB dari “Bayang-bayang Beton”

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda12/12/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ratusan massa yang tergabung dalam Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam dan Aliansi Penyelamat Benteng Kuto Besak menggelar aksi bertajuk 12.12 di halaman Kantor Gubernur Sumatra Selatan, Jumat (12/12/2025). Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Seruan keras untuk menyelamatkan Benteng Kuto Besak (BKB) kembali menggema. Ratusan massa yang tergabung dalam Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam dan Aliansi Penyelamat Benteng Kuto Besak menggelar aksi bertajuk 12.12 di halaman Kantor Gubernur Sumatra Selatan, Jumat (12/12/2025). Mereka menuntut penghentian pembangunan gedung baru Rumah Sakit dr. AK Gani di kawasan inti cagar budaya tersebut.

Aksi itu bukan sekadar penolakan bangunan enam lantai. Lebih dari itu, demonstran membawa pesan bahwa BKB bukan sebidang lahan kosong yang bisa dibangun sesuka hati. BKB adalah simbol sejarah—jejak kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam yang berdiri sejak abad ke-18.

“Benteng Kuto Besak ini bukan hanya batu bata lama, tapi warisan supremasi politik dan kebudayaan Kesultanan Palembang. Pendirian gedung enam lantai di zona inti cagar budaya jelas mengkhianati sejarah,” tegas budayawan Sumsel, Vebri Al Lintani, dalam orasi.

Vebri mengingatkan bahwa BKB memiliki kedudukan khusus dalam sejarah nasional. Berbeda dengan benteng-benteng lain di Nusantara yang dibangun kolonial, BKB justru merupakan satu-satunya benteng monumental yang didirikan pribumi. Dibangun Sultan Muhammad Bahauddin pada tahun 1780, bangunan ini menjadi pusat pemerintahan, keraton, dan pertahanan, terutama saat menghadapi agresi Inggris dan Belanda pada 1812–1821.

Statusnya sebagai Cagar Budaya Nasional melalui SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2004 menegaskan bahwa BKB tidak boleh diperlakukan sebagai kawasan komersial.

Namun saat ini, kawasan inti benteng justru berada di bawah penguasaan Kesdam II/Sriwijaya, yang menjalankan sejumlah aktivitas pelayanan kesehatan dan pendidikan. Di sinilah polemik memuncak: rencana pembangunan gedung baru RS dr. Ak Gani dianggap mengancam integritas fisik dan visual benteng.

Massa aksi juga menyoroti rencana penggunaan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Gubernur Sumsel untuk melanjutkan pembangunan gedung enam lantai. Mereka menyebut penggunaan dana daerah pada proyek yang berpotensi melanggar UU Cagar Budaya sebagai langkah keliru.

“Kalau memang RS AK Gani perlu dikembangkan, bukankah lebih bijak membeli lahan baru? BKB bukan tempat yang bisa dikorbankan untuk kepentingan apa pun,” ujar koordinator aksi.

Empat Tuntutan untuk Pemerintah

Aksi 12.12 menghasilkan empat tuntutan utama:

  1. Menghentikan pembangunan gedung enam lantai RS AK Gani di zona inti BKB.
  2. Melindungi BKB dari potensi kerusakan struktur dan bentuk bangunan.
  3. Melakukan revitalisasi BKB agar benar-benar berfungsi sebagai cagar budaya yang menghidupkan nilai sejarah, identitas Kesultanan Palembang, dan sektor pariwisata.
  4. Mendesak Gubernur dan Wali Kota menyediakan lokasi baru bagi fasilitas TNI agar aktivitas di BKB dapat dialihkan.
BKB Kantor Gubernur Sumsel Zuriat Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSumsel Siaga Darurat Hingga Maret 2026, Pemerintah Mulai “Gerakkan Mesin” Penanganan Bencana
Next Article Sriwijaya FC Diterpa Krisis, Rendy Juliansyah Angkat Kaki: Laskar Wong Kito Hadapi “Gelombang Pergi” di Tengah Ketidakpastian Tim
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,896 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,769 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,742 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?