RELUNG. ID — Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Filipina disambut dengan aksi unjuk rasa oleh masyarakat Manila di dekat Istana Malacanang pada Rabu (10/1).
Aksi unjuk rasa dihadiri oleh puluhan orang, termasuk warga dan kerabat Mary Jane Veloso, warga negara Filipina yang terpidana mati di Indonesia.
Mary Jane Veloso telah dihukum mati atas tuduhan perdagangan narkoba di Indonesia. Orang tua Mary Jane, yang turut serta dalam aksi unjuk rasa, memohon kepada Presiden Jokowi untuk membatalkan hukuman mati yang dianggap keluarga sebagai hukuman yang salah. Mereka berpendapat bahwa Mary Jane adalah korban perdagangan manusia.
Baca Juga: Prabowo Subianto Silaturahmi dan Kenang Debat Terhormat dengan Jokowi di Jambi
Ibu Mary Jane, Celia Veloso, menulis surat kepada Presiden Jokowi, memohon dan meminta bantuan agar putrinya yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade di penjara Indonesia bisa dibebaskan. Surat itu diserahkan oleh pengacara keluarga kepada Istana Presiden.
Aksi tersebut bertepatan dengan kelahiran Mary Jane telah memasuki umur ke-39 tahun, dan keluarga berharap kebebasan Mary Jane bisa menjadi hadiah ulang tahun yang diinginkannya.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., menyatakan komitmennya untuk mengangkat isu grasi dan kebebasan Mary Jane Veloso dalam pertemuan bilateralnya dengan Presiden Jokowi.
Baca Juga: Anies Baswedan Heran atas Komentar Presiden Jokowi Terkait Debat Pilpres 2024
“Ya, seperti yang selalu saya lakukan,” kata Presiden Marcos Jr. melalui Sekretaris Komunikasi Kepresidenan, Cheloy Velicaria-Garafil.
Isu Mary Jane Veloso terus menjadi perhatian di tingkat internasional, dan aksi unjuk rasa ini merupakan bagian dari upaya keluarga untuk mencari dukungan dalam memperjuangkan kebebasan Mary Jane.

