RELUNG.ID – Akun instagram milik Ni Luh Putu Ary Pertami Diserang oleh puluhan ribu follower ‘bodong’
Dalam akun instagram resminya @Niluhdjelantik, Penggiat media sosial asal Bali ini pun mengunggah beberapa follower ‘bodong’ nya tersebut.
Dalam unggahannya tersebut, tertuliskan “Ternyata sudah 60 ribu akun bodong suruhan manusia jahanam menyerbu akun Niluh Djelantik,” tulisnya.
Baca Juga: Cuaca Tak Menentu, Muara Enim Diminta Waspada Banjir dan Tanah Longsor
Dia pun meminta para netizen untuk merepost distory, dengan tag @Instagram.
“AKUN NILUH DJELANTIK DISERBU PULUHAN RIBU FOLLOWE BARU AKUN BODONG,”
“NETIZEN KESAYANGAN. Please tag @instagram. REPOST di storymu. Akun Niluh Djelantik dibombardir puluhan ribu akun aneh sejak pagi ini,” tulisnya.
“Dasar WNA nakal dan pengikutnya juanc*kkk…dikasi masukan malah ngeyel keroyokan,” tambahnya.
“Dear @instagram, kindly please help me to remove almost 60,000 new follower we received in less than 24 hours. We never bought followers. All of our followers are organic. Today suddenly I received this suspicious increase, it must be been instructed/bought by some bad people to harm our real account,” tulisnya.
Baca Juga: Drakor ‘The Secret Romantic Guesthouse’ Siap Menyambut Para Tamu 20 Maret Mendatang
“@niluhdjelantik account is a VERIFIED account with REAL follower and our existence is for the greater good of Indonesia and it’s people. Please take action and help me remove those ‘fake followers’. Thank-you Kesayangan. Thank-you Instagram. NILUH DJELANTIK,” demikian akhir tulisannya.
Unggahan tersebut mendapat dukungan dari para netizen. Para Netizen pun mendukung untuk menjaga penggiat media sosial asal Bali tersebut.
“Mari jaga Mbok Niluh kesayangan kita sama-sama. We are here for you Mbok,” tulis netizen thebalinesepeople.
“Di Private aja dulu mbok,” tulis netizen lainnya.
Baca Juga: Ini Daftar HP Xiaomi yang Dapat Pembaruan MIUI 14
Seperti diketahui, akun @Niluhdjelantik kerap kali membela warga di Bali dari sikap arogan pada oknum Warga Negara Asing (WNA). Diantaranya yaitu, aksi WNA yang enggan membayar kos-kosan dan bersikap arogan terhadap pemilik kos-kosan.

