RELUNG.ID – Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya Sumatra Selatan (AMPCB Sumsel) mengunjungi Goa Jepang, salah satu lokasi bersejarah di Palembang yang terletak di kawasan belakang Pasar Tradisional KM 5.
Kunjungan ini dilakukan untuk mencegah hilangnya situs historis di Bumi Sriwijaya, mengingat ada dugaan bahwa Goa Jepang akan dijual oleh oknum warga Palembang karena alasan tidak terawat.
Pada Minggu (9/6/2024), Vebri Al Lintani bersama sejumlah anggota AMPCB seperti Mang Dayat, Genta, dan Isnayanti, mendatangi Goa Jepang yang kini sudah dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Lokasi tersebut tidak terawat dan diabaikan, bahkan ditemukan adanya patok tanah yang mengklaim area tersebut sebagai tanah pribadi yang bisa dijual.
“Ada patok tanah (di sekitar Goa Jepang) dan menurut warga sekitar, tanah itu sudah diklaim sebagai tanah warga yang bisa dijual,” ujar Vebri, Selasa (11/6/2024).
Pihak AMPCB menemukan bahwa Goa Jepang di Jalan AKBP H.Umar, tepat di belakang pasar KM 5 Palembang, sudah dalam kondisi hancur. Oknum warga diduga akan menjual lahan tersebut karena lokasi bersejarah ini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah, bahkan dipenuhi sampah dan bau tak sedap.
“Kondisi Goa Jepang makin memperihatinkan, mestinya ada dua bangunan. Tapi cuma ada satu bangunan karena satunya ambruk termakan usia dan tidak terurus,” tambah Vebri.
Vebri mengungkapkan bahwa Goa Jepang, yang bisa menjadi tempat wisata, tidak mampu dibenahi dan diurus oleh pihak pejabat daerah maupun masyarakat sekitar. Bahkan, tiga lokasi peninggalan Jepang di sekitar Goa Jepang kini sudah menjadi rumah pribadi, padahal sempat menjadi tanggung jawab Kodam II Sriwijaya.[RG]

