RELUNG.ID – Pemerintah memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap berlanjut pada 2026 meski dengan anggaran yang lebih kecil. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, alokasi anggaran IKN tahun depan ditetapkan sebesar Rp 6,3 triliun, turun jauh dari pagu 2025 yang mencapai Rp 13,5 triliun.
“Untuk anggaran IKN sebesar Rp 6,3 triliun di 2026,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN & Nota Keuangan 2026 di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Mengacu RPJMN 2025–2029, wilayah Kalimantan diarahkan menjadi superhub ekonomi Nusantara. Pembangunan IKN dan kawasan sekitarnya difokuskan pada pengembangan hilirisasi industri mineral dan SDA, penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pembangunan kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, dan serta pengembangan pangan, energi, air, dan komoditas unggulan.
Langkah ini diharapkan mendorong produktivitas sekaligus pemerataan ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan pembangunan IKN. Bahkan, Kepala Otorita IKN yang kini dijabat Basuki Hadimuljono mendapat instruksi langsung agar mengawal progres pembangunan.
“IKN lanjut, IKN lanjut. Sebagaimana sudah diputuskan Bapak Presiden, pembangunan IKN akan diteruskan,” kata Prasetyo di Gedung DPR, Jumat (15/8/2025).
Prabowo juga memberi target ambisius: pembangunan seluruh sarana dan fasilitas inti IKN harus rampung dalam tiga tahun, sehingga pada 2028 fungsi eksekutif, legislatif, hingga yudikatif bisa dipindahkan sepenuhnya.
“Kepada Kepala Otorita IKN diberi target dalam tiga tahun ke depan menyelesaikan perangkat yang dibutuhkan untuk pemindahan,” tegas Prasetyo.[THQ]

