Rencana Satuan Kerja (Satker) Pekerjaan Jalan (PJN 3) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan memasang tangga otomatis atau lift di Jembatan Ampera dinilai DPRD Sumsel sebagai pemborosan anggaran.
“Ya pemasangan lift ini terindikasi mubazir, harusnya ada perhitungan-perhitungan masalah sejarah, budaya, dan masalah kontruksinya, serta azas manfaatnya,” kata Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar, Sabtu (12/11).
Menurutnya, anggaran sebesar itu dapat dimanfaatkan yang lebih baik untuk pembangunan Kota Palembang. Seperti penanggulangan banjir, yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah dari tahun ketahun. “Mungkin lebih fokus ke masalah banjir , masalah normalisasi retensi atau ada lahan-lahan yang dibuat retensi baru, itu kanlebih kelihatan,” ujarnya.
Dalam setiap pembangunan, harusnya perlu didengar suara dari masyarakat, suara rakyat dan suara para ahli. Menurutnya, pemasangan lift di Jembatan Ampera manfaatnya tidak begitu berarti. “Kalau mau lihat kota Palembang sekarang tidak harus di atas, dari bawah masih bisa, karena belum banyak gedung yang tinggi-tinggi, kecuali gedung itu seperti monas misalnya,“ ujarnya,
Karena itu, pemasangan lift ini azas manfaatnya kurang, dan terindikasi pemborosan anggaran. Dia pun menyarankan menunda terlebih dahulu pemasangan lift tersebut. Mengingat, anggaran lain banyak yang lebih penting seperti pendidikan yang masih banyak kekurangan.
“SMP-SMPnya masih banyak kurang, banjir kota yang sampai sekarang belum teratasi, mungkin arah-arah disitu lebih pas,” pungkasnya.
