Angka kemiskinan di Lubuklinggau diklaim menurun dari semula 12 ribu di tahun 2021 kini menjadi 9.000 di tahun 2022.
“Lubuklinggau menjadi satu-satunya kota yang dapat menurunkan angka masyarakat sangat miskin sebanyak itu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Zulkipli saat membuka kegiatan pencanangan Kelurahan Cantik (Cinta Statistik) Tingkat Kota Lubuklinggau bertempat di Auditorium Bukit Sulap Cinema Hall Lt.5 Kantor Walikota Lubuklinggau, Selasa (30/8).
Tak hanya angka kemiskinan, Zulkipli juga menyebutkan angka pengangguran di Lubuklinggau juga mengalami penurunan dari semula 7,2 persen kini menjadi 6,1 persen. Meski demikian, hal ini menurutnya wajar terjadi karena Lubuklinggau merupakan kota yang sedang berkembang sehingga akan selalu mengundang migrasi masyarakat ke kota.
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga mencanangkan empat kelurahan di Lubuklinggau sebagai kelurahan Cantik. Keempat kelurahan yang menjadi pilot project yakni Wirakarya, Watas, Keputraan, dan Sidorejo.
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Lubuklinggau, Emra Endi Kesuma, kelurahan Cantik ini tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran statistik di kelurahan. Serta peningkatan kualitas statistik di kelurahan serta membentuk agen statistik di level kelurahan.
“Nantinya masing-masing kelurahan dapat berkoordinasi dengan BPS sehingga diharapkan kedepan keempatnya role model,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menyambut baik pencanangan Kelurahan Cantik. Dia pun mengaku senang dengan peningkatan kualitas data statistik di Lubuklinggau.
“Kedepan diharapkan dengan meningkatnya kualitas data statistik maka dapat mendongkrak investasi di Kota Lubuklinggau,” tutupnya.

