RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba terus berupaya untuk mengendalikan inflasi diwilayahnya.
Apalagi menjelang perayaan Idul Adha 1444 H atau tahun 2023 yang kerap berpengaruh meningkatnya inflasi.
Meski demikian, Pemkab Muba telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengatasi persoalan inflasi ini.
Baca Juga: TEORI BORUTO: Ini 4 Alasan Karakter Kurama dan Naruto di Hilangkan
Pj Bupati Muba, Apriyadi mengatakan, jelang perayaan Idul Adha ini semua pihak dan stakeholder harus maksimal untuk mengendalikan inflasi. Agar wilayah Muba, tetap konsisten dibawa rata-rata nasional
“Saat ini masih berada dibawah 4 persen rata-rata nasional,” katanya.
Dia mengakui, inflasi di Muba dibawah rata-rata nasional, Pemkab Muba bersama stakeholder harus terus menyiapkan langkah untuk mewaspadai lonjakan jelang Idul Adha.
Baca Juga: Gunakan Senpi Dinas, Aipda Paimbonan Tembak Kepalanya Sendiri
Seperti, tetap menjaga jaga agar inflasi di Muba tetap stabil serta ketersediaan dan harga bahan pokok sembako tetap terjaga,” ucapnya.
Pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan gerakan pangan murah di Kabupaten Muba.
“Ini akan menyasar langsung masyarakat Muba untuk mendapatkan harga pangan yang murah dan bagian dari langkah konkrit mengendalikan inflasi,” pungkasnya.
Baca Juga: Netflix Rilis Trailer One Piece Live Action 31 Agustus, Ini Sinopsis Ceritanya
Sementara itu, Direktur Statistik Harga BPS Pusat, Windhiarso Purranto menambahkan, pola konsumsi antara perayaan Idul Fitri dengan Idul Adha terdapat perbedaan. “Pola konsumsi saat Idul Fitri lebih besar dibandingkan Idul Adha,” ulasnya.
Namun menurutnya yang perlu diwaspadai yakni kenaikan harga daging ayam dan cabai terlebih saat jelang Idul Adha saat ini.
“Terus diwaspadai agar ketersediaan dan harga tetap stabil di wilayah masing-masing,” tandasnya.

