RELUNG – Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) memastikan Anugerah Seni Batanghari Sembilan 2025 tetap digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap seniman dan budayawan Sumsel sekaligus mendorong regenerasi pelaku seni.
Ketua DKSS, Iqbal Rudianto alias Didit, menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya sebatas seremoni, melainkan sarana untuk membuka ruang bagi seniman muda dan pelaku seni yang selama ini belum tersentuh penghargaan.
“Biasanya, anugerah ini kami berikan kepada seniman atau budayawan yang belum pernah menerima apresiasi serupa. Prinsipnya agar regenerasi berjalan dan kesempatan lebih merata,” ujar Didit, Rabu (1/10/2025).
Tahun ini, penghargaan akan diberikan dalam enam kategori utama: Seni Tari, Seni Rupa, Seni Sastra, Seni Musik, Seni Teater, dan Seni Film. Masing-masing penerima hanya satu orang per kategori dengan hadiah sebesar Rp10 juta.
Seleksi dilakukan secara ketat oleh tim kurator berjumlah 18 orang, berdasarkan usulan dari kabupaten/kota se-Sumsel. Proses pengumpulan berkas dibuka 15 September hingga 21 Oktober, dilanjutkan kurasi 22–25 Oktober. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 1 November 2025 di Graha Taman Budaya Jakabaring, Palembang.
Didit menegaskan, Anugerah Seni Batanghari Sembilan merupakan program rutin Disbudpar Sumsel bersama DKSS dalam periode kerja 2023–2028. Tahun 2025 ini menjadi tahun kedua pelaksanaannya.
“Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen Pemprov Sumsel dalam mengapresiasi sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem seni di daerah,” pungkasnya. (DSK)

