RELUNG.ID — Amerika Serikat dilaporkan mempertimbangkan untuk menghentikan akses Ukraina ke layanan internet satelit Starlink milik SpaceX jika Kyiv tidak menyepakati perjanjian terkait mineral penting. Kabar ini mencuat setelah pertemuan antara utusan khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg, dan Presiden Volodymyr Zelensky.
Dalam pembicaraan tersebut, AS disebut mengajukan proposal yang mencakup eksploitasi mineral strategis seperti titanium, lithium, dan uranium. Namun, Zelensky menolak tawaran tersebut karena dianggap tidak memberikan jaminan keamanan yang memadai bagi Ukraina. Salah satu poin kontroversial dalam kesepakatan itu adalah permintaan AS atas 50 persen pendapatan Ukraina dari hasil mineral tersebut sebagai imbalan atas bantuan perang yang diberikan.
Starlink sendiri telah menjadi tulang punggung komunikasi militer Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari 2022. Sistem internet satelit ini mendukung operasi drone, penargetan artileri, dan komunikasi antar unit di medan tempur. Jika layanan ini dihentikan, dampaknya diprediksi akan sangat besar terhadap efektivitas militer Ukraina.
Ancaman penghentian layanan Starlink memicu kekhawatiran luas, mengingat ketergantungan Ukraina pada teknologi ini dalam mempertahankan koordinasi dan strategi militer di lapangan. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari SpaceX maupun pemerintah AS terkait laporan tersebut.
Situasi ini menyoroti kompleksitas hubungan antara bantuan internasional dan kepentingan ekonomi, khususnya dalam menghadapi ketegangan geopolitik yang terus berlangsung di kawasan tersebut.[THQ]

