Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Asap Sudah Masuk Paru-paru, Petugas Berjibaku, Pemerintah Masih Bilang “Kita Cek Dulu”
Regional

Asap Sudah Masuk Paru-paru, Petugas Berjibaku, Pemerintah Masih Bilang “Kita Cek Dulu”

alwiBy alwi27/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi kabut asap di Palembang yang mengakibatkan kualitas udara menjadi berbahaya. (Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID-Kualitas udara di Kota Palembang belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun PM2.5 Talang Betutu bahkan sempat melonjak hingga 596,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Minggu (27/9/2026) dini hari.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara kembali berada pada kategori berbahaya. Polanya menunjukkan kualitas udara sempat membaik pada dini hari, namun kembali memburuk menjelang pagi.

Konsentrasi PM2.5 masih berada pada level berbahaya hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Angka kemudian turun pada pukul 04.00 WIB menjadi 237 µg/m³, yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Namun, pada pukul 05.00 WIB, PM2.5 kembali melonjak hingga 517,8 µg/m³. Satu jam kemudian, konsentrasinya masih berada di level berbahaya dengan angka 409,2 µg/m³.

Kondisi tersebut mendapat sorotan Pengamat Sosial Sumatera Selatan Bagindo Togar. Ia menilai buruknya kualitas udara menunjukkan persoalan karhutla tidak bisa lagi ditangani dengan pola yang hanya mengandalkan respons ketika asap sudah menyelimuti permukiman.

Menurut Bagindo, ketika masyarakat sudah menghirup asap dan petugas di lapangan berjibaku memadamkan api, pemerintah semestinya sudah berada pada tahap mengetahui sumber persoalan dan melakukan tindakan cepat.

“Ini sudah parah. Asap sudah masuk paru-paru masyarakat, sementara petugas di lapangan berjibaku. Jangan ketika ditanya pemerintah masih bilang kita cek dulu,” tegas Bagindo.

Ia mengatakan, persoalan karhutla seharusnya dapat diantisipasi lebih awal melalui pemetaan wilayah rawan, pengelolaan sumber air, pengawasan lahan dan tindakan pencegahan yang terukur.

Bagindo sebelumnya juga menyoroti pola penanganan karhutla yang dinilainya terlalu berorientasi pada dampak setelah bencana terjadi. Menurutnya, pembagian masker tidak menyelesaikan sumber persoalan apabila kebakaran dan asap terus berulang.

“Jangan hanya sibuk membagi masker ketika asap sudah tebal. Yang harus dipikirkan bagaimana kebakaran tidak terjadi dan bagaimana sumber asap dihentikan,” ujarnya.

Sorotan tersebut muncul setelah Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku terkejut melihat kabut asap kembali menebal di Kota Palembang.

Herman Deru mengatakan dirinya akan meminta laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel untuk mengetahui wilayah yang masih menjadi penyumbang titik panas.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan karena disampaikan ketika kondisi kualitas udara Palembang kembali berada pada level berbahaya.

Bagindo menilai pemerintah perlu bergerak lebih cepat karena dampak kabut asap tidak berhenti pada persoalan jarak pandang maupun terganggunya aktivitas masyarakat, tetapi juga menyentuh kualitas lingkungan dan kesehatan warga.

Ia juga mengingatkan bahwa Sumsel memiliki sumber daya air yang besar. Potensi tersebut, menurutnya, seharusnya dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan karhutla, terutama menghadapi periode kering.

“Sumsel ini daerah air. Jadi jangan setiap tahun kita hanya sibuk ketika api sudah muncul dan asap sudah masuk kota. Pencegahan harus dilakukan sebelum kejadian,” katanya.

Bagindo menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan perubahan pendekatan dari sekadar pemadaman dan penanganan dampak menuju sistem pencegahan yang terukur.

Sebab, jika pola yang sama terus berulang, masyarakat kembali menjadi pihak yang harus menanggung dampak ketika kualitas udara memburuk.

“Kita jangan terus-terusan bekerja setelah masalah terjadi. Kalau sudah asap seperti ini, masyarakat yang menerima akibatnya,” pungkasnya. [YSF]

BMKG Kabuit Asap Karhutla
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSejumlah Akun Ramai-ramai Ungkap Identitas Pria yang Julurkan Lidah ke Pendemo
Next Article Rayakan HUT ke-15, NasDem Sumsel Siapkan NasDem Run dan Banjir Hadiah
alwi

Related Posts

Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20260 Views
Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20262 Views
Regional

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,923 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,795 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,768 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?