RELUNG.ID – Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menjadi sorotan publik setelah videonya melakukan siaran langsung (live) di TikTok saat jam kerja viral di media sosial.
Dalam siaran tersebut, terdengar percakapan yang menyinggung pembagian fee sebesar satu persen terkait sebuah proyek.
Video itu memperlihatkan ASN perempuan tersebut tengah melakukan live TikTok dan berbincang dengan seseorang. Salah satu pernyataannya yang menjadi perhatian publik berbunyi,
“Kamu kenapa nggak mau dibantu, takut persenannya dibagi-bagi? Jangan cuma ngasih Amanda, kamu ngasih ke aku 1 persen.”
Viralnya video tersebut langsung mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir Hasyim, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai peristiwa tersebut dan akan segera memanggil ASN yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
“Kami akan klarifikasi dulu kepada yang bersangkutan. Kemudian setelah kami dapat keterangannya, baru bisa ditentukan langkah selanjutnya,” kata Ade Zakir, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, klarifikasi diperlukan untuk mengetahui konteks percakapan yang terekam dalam siaran langsung tersebut, termasuk alasan ASN tersebut melakukan live TikTok saat masih berada pada jam kerja.
Ade menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memiliki aturan yang melarang ASN menggunakan media sosial untuk kepentingan pribadi selama jam kerja, termasuk membuat konten maupun melakukan siaran langsung.
Ia menjelaskan, penggunaan media sosial oleh ASN hanya diperbolehkan apabila berkaitan dengan pelaksanaan tugas kedinasan dan menggunakan akun resmi milik pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyatakan akan menentukan langkah lanjutan setelah proses klarifikasi selesai dilakukan. Apabila ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun ketentuan lain yang berlaku, sanksi akan diproses sesuai aturan yang berlaku bagi aparatur sipil negara.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik setelah cuplikan siaran langsung itu beredar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet, terutama terkait dugaan pembicaraan mengenai pembagian fee proyek yang terekam dalam percakapan tersebut.[YKP]

