Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Aturan Pembelian Solar Dinilai Timbulkan Efek Domino, Pelaku Logistik Palembang Teriak Terbatas Operasional
Bisnis

Aturan Pembelian Solar Dinilai Timbulkan Efek Domino, Pelaku Logistik Palembang Teriak Terbatas Operasional

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda24/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi SPBU. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

RELUNG.ID – Kebijakan pembatasan pembelian biosolar di sejumlah SPBU Kota Palembang mulai menimbulkan efek domino yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha logistik dan jasa pengiriman. Bukan hanya antrean panjang, tetapi juga gangguan pada rantai distribusi barang yang selama ini menjadi nadi ekonomi Sumatera Selatan.

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sumsel mengungkapkan bahwa pembatasan jam operasional pembelian solar telah menghambat jadwal keberangkatan kendaraan angkut. Ketua DPW Asperindo Sumsel, Haris Jumadi, menyebut kondisi ini mulai berdampak serius pada ketepatan layanan.

“Beberapa kendaraan sudah tertahan berjam-jam bahkan batal berangkat karena tidak dapat mengisi solar tepat waktu. Padahal bisnis pengiriman itu bergantung pada kecepatan,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Kebijakan yang mewajibkan SPBU dalam kota membuka layanan solar mulai pukul 22.00 WIB dianggap tidak realistis. Menurut Asperindo, kendaraan sudah mengantre sejak pukul 16.00 WIB, sehingga ketika jam layanan dibuka, terjadi penumpukan besar yang justru berpotensi menciptakan titik-titik macet baru di Palembang.

Penutupan empat SPBU penyedia solar dalam kota pun belum memperbaiki kondisi. Sebaliknya, jumlah tempat pengisian menjadi berkurang sehingga antrean bertambah panjang.

“Ini ironis. Tujuannya agar lalu lintas lebih tertib, tapi justru memunculkan kemacetan baru dan mengganggu kegiatan usaha,” tegas Haris.

Sejumlah perusahaan anggota Asperindo disebut sudah melaporkan keterlambatan pengiriman. Dampaknya bukan hanya pada konsumen, tetapi juga reputasi penyedia layanan.

“Keterlambatan satu armada bisa memengaruhi seluruh jadwal pengiriman, terutama untuk layanan next-day yang menjadi andalan,” tambahnya.

Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Asperindo bersama beberapa asosiasi transportasi lain akan menggelar pertemuan untuk menyusun rekomendasi resmi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel.

Haris menilai kebijakan yang berlaku sejak 17 November 2025 tersebut perlu segera dievaluasi, terutama aspek efektivitas dan dampaknya terhadap pelaku usaha.

Pihaknya mengusulkan dua langkah korektif:

  1. SPBU dalam kota kembali diperbolehkan menjual solar dengan durasi layanan lebih panjang atau bahkan 24 jam.
  2. Pengaturan selektif kendaraan: roda empat diizinkan mengisi di dalam kota, sedangkan kendaraan besar diarahkan ke SPBU pinggiran.

“Palembang ini kota besar, aktivitas ekonomi berjalan 24 jam. Kebijakan bahan bakar harus mendukung, bukan menghambat,” tutup Haris.[THQ]

Palembang Pengusaha Logistik Solar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSpesifikasi Utama Realme 16 Pro Bocor, Tampilkan Kamera 200MP dan Baterai Jumbo
Next Article Diduga Ditusuk Pemalak, Sopir Truk Tewas di Simpang Macan Lindungan Palembang
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Regional

Tak Diberi Uang Beli Sabu, Anak Aniaya Ibu Lansia di Palembang

07/10/20264 Views
Regional

Lift OPI Mall Nyaris Menelan Korban, Terjatuh Saat Pengunjung Ramai

05/10/20269 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,896 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,769 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,742 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?