RELUNG.ID – Satlantas Polres Lubuklinggau menetapkan Irwantoni (45) seorang sopir truk asal Bengkulu sebagai tersangka dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Lubuklinggau pada Kamis (3/10) lalu.
Dalam kecelakaan tersebut, diketahui korban Talimin (56) ayah dari seorang polisi ini tewas di lokasi kejadian di Jalan Yos Sudarso depan simpang Jalan Junaidi, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumsel.
“Setelah memeriksa dari keterangan saksi dan segala macam, itu sudah dinyatakan tersangka,” kata Kasat Lantas AKP Marjuni, Rabu (9/10).
Meski telah ditetapkan tersangka, Irwantoni tidak dilakukan penahanan, sebab mendapat jaminan dari keluarganya. Sedangkan, untuk berkas laporan kecelakaan masih akan tetap berjalan. Pihaknya juga mengaku telah kembali melakukan pengecekan ke lokasi kejadian pada Rabu pagi tadi.
“Itu kan di asistensi dari pimpinan kami dari Direktorat, ngecek saja,” pungkasnya.
Untuk diketahui, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi antara mobil truk Hino tengki yang dikendarai Irwantoni dengan penumpang Ferizal Ashadi.
Sedangkan korban Talimin, warga Jalan Lingkungan Inpres, Desa Marga Tunggal, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas mengendarai motor Honda Beat Nopol BG 6235 GL.
Sebelum kejadian mobil truk Hino tengki datang dari arah Simpang RCA menuju ke arah Simpang Periuk. Sementara motor Honda Beat juga dari arah yang sama.
Kemudian sesampai di tempat kejadian, didepan mobil truk Hino ada 2 unit mobil yang akan berbelok ke kanan hendak masuk ke Jalan Junaidi. Sehingga pengemudi mobil mengambil jalan ke kiri untuk mendahului kedua mobil tersebut.
Sehingga mobil menyenggol motor yang dikendarai korban. Hingga membuat motor dan pengendara jatuh ke aspal, lalu terlindas ban mobil.
Akibat kecelakaan tersebut pengendara motor mengalami kuka remuk di bagian kepala. Laku patah pada kedua tangan dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Selain itu, kecelakaan tersebut meninggalkan kisah pilu. Dimana diketahui, korban mempunyai anak yang bertugas di Satlantas Polres Lubuklinggau yakni Bripda Fajri. Dan kebetulan saat kejadian, anaknya tersebut sedang piket.
Tanpa disadari, Bripda Fajri mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Setelah mendapatkan indentitas korban, Bripda Fajri histeris setelah mengetahui kalau korban merupakan ayahnya sendiri. (ANS)

