Warga di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I kerap kali kehilangan ayam mereka di kandang. Hal ini diduga menjadi santapan ular sanca.
Terbukti tim rescue animal Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Lubuklinggau mengevakuasi ular sanca sepanjang tiga meter yang bersarang di dalam kandang ayam milik warga di wilayah tersebut, Senin (26/12).
Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencama Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, Suryo Amrinata Kusuma mengatakan hari ini, Senin (26/12) pihaknya mengevakuasi dua ekor ular sanca di rumah warga.
Pertama di wilayah Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan kedua di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I sekitar pukul 07.00 WIB.
“Evakuasi kedua ular ini dilakukan setelah mendapatkan laporan warga, hingga kami langsung turun ke lapangan,” katanya.
Awalnya, petugas rescue animal mendapat laporan warga bahwa di Kelurahan Taba Koji terdapat seekor ular yang berada di bawah lemari dalam rumah. Dan proses evakuasi ular sanca tersebut tidak berlangsung lama, petugas berhasil menangkapnya hidup-hidup dengan menggunakan alat penjepit.
“Pemilik rumah melapor ke kita, dia melihat di bawah lemari kamar dalam rumahnya ada buntut ular. Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar, ular yang ditangkap panjangnya sekitar 2,5 meter,” kata Suryo.
Selanjutnya laporan kedua yakni petugas mendapat laporan dari warga adanya seekor ular masuk ke dalam kandang ayam di belakang rumah warga di Kelurahan Sukajadi. Dan keberadaan ular sanca tersebut telah meresahkan warga sekitar. Sebab sejumlah ayam peliharaan warga banyak yang hilang diduga telah dimangsa hewan reptil itu.
“Kalau yang ini ukurannya lumayan besar dan panjangnya sekitar 3 meter,” ujarnya.
Menurut Roy, saat ular sanca tesebut akan dievakuasi dari dalam kandang ayam, kondisi perutnya sedang kembung. Sebab ular tersebut telah memangsa seekor ayam. Dan proses penangkapannya tidak memakan waktu lama, petugas selanjutnya langsung mengevakuasi ular tersebut.
“Memang kondisi halaman rumah itu ada tanah kosong milik orang lain didepannya, ditumbuhi dengan ilalang dan semak belukar. Apalagi rumahnya tidak jaih dari sungai kecil,” timpalnya.
Sedangkan untuk tangkapan ular yang pertama di rumah warga Kelurahan Taba Koji, kondisinya memang dekat dengan aliran sungai Kelingi. Sehingga disinyalir ular dari sungai naik dan masuk ke dalam rumah untuk mencari makan dan tempat hangat.
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk rajin membersihkan pekarangan rumah, termasuk pada bagian belakang. Seban kalau kondiso pekarangan rumag banyak ilalang dan dibelakang rumah terdapat barang rongsokan, dikhawatirkan akan menjadi tempat sarang ular.
Selain itu kemunculan ular di pemukiman warga menurut Roy juga karena faktor makanan seperti tikus sudah mulai berkurang. Sehingga ular memilih mencari makan dengan keluar dari sarangnya. “Harapan kita dengan masyarakat bila menemukan ular jangan dibunuh, langsung hubungi ke kami dan akan kita tangkap serta dilepaskan ke habitatnya,” pungkasnya.

