Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»BAB Berdarah Penyakit Apa, Jangan Panik! Ini Cara Mengatasinya
Lifestyle

BAB Berdarah Penyakit Apa, Jangan Panik! Ini Cara Mengatasinya

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda21/08/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kalian yang baru pertama kali mengalami BAB dengan mengeluarkan darah pasti kaget. Jangan panik simak ulasan dibawah ini, semoga kalian bisa mengatasinya.

BAB Berdarah penyakit apa?

Dilansir dari klikdokter, ada dua penyebab BAB berdarah berdasarkan lokasi perdarahannya, yaitu:

1. Hematochezia

Hematochezia adalah kondisi munculnya darah segar pada tinja atau feses.

Masalah kesehatan ini umumnya terjadi akibat perdarahan pada saluran cerna bagian bawah seperti usus besar atau rektum.

Pada kondisi ini, darah yang keluar bersama feses akan terlihat memerah dan masih segar. Sebab, pendarahan hematochezia biasanya terletak pada area yang tidak jauh dari dubur.

Baca Juga: Mirip Indonesia! Ini 5 Negara Rayakan Kemerdekaan di Bulan Agustus

Nah, ada beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan hematochezia, yaitu:

Wasir (ambeien) atau hemoroid. Kondisi ini adalah pembesaran atau pembengkakan yang terjadi pada dubur atau usus besar bagian akhir atau rektum

Fisura ani. Merupakan luka yang muncul akibat adanya cedera anus. Adapun fisura ani biasanya terjadi karena sembelit dengan ukuran feses yang besar dan keras

Divertikulitis. Merupakan kondisi peradangan atau infeksi pada kantong kecil tidak normal yang terbentuk pada saluran pencernaan (divertikula).

Radang usus. Kondisi radang usus adalah istilah umum untuk menggambarkan gangguan yang melibatkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Adapun contoh radang usus adalah kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.

Polip usus besar. Merupakan gumpalan kecil yang terbentuk pada lapisan usus, terutama usus besar atau rektum.

Kanker usus besar. Merupakan kondisi munculnya pertumbuhan tumor ganas pada usus besar yang merupakan bagian terakhir dari sistem pencernaan.

2. Melena

Melena adalah kondisi yang terjadi akibat perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas atau usus besar.

Ketika melena terjadi, darah pada feses akan terlihat hitam pekat dengan bau yang tidak sedap. Sebab, darah tersebut bercampur dengan enzim dan asam lambung.

Adapun sejumlah kondisi yang dapat memicu terjadinya melena adalah:

Varises esofagus. Kondisi ini terjadi akibat pembesaran abnormal pada vena yang terletak pada esofagus. Esofagus adalah penghubung antara bagian kerongkongan dan lambung.

Esofagitis. Merupakan kondisi peradangan pada lapisan kerongkongan akibat penyakit GERD.

Tukak lambung. Tukak lambung adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung.

Sindrom Mallory-Weiss. Merupakan robekan pada jaringan area kerongkongan yang berbatasan dengan lambung.

Gastritis. Kondisi ketika lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan atau pengikisan.

Kanker lambung. Merupakan pertumbuhan sel abnormal yang berawal pada perut. Baca lebih lanjut mengenai kanker lambung pada artikel: Ketahui 14 Penyebab Terjadinya Kanker Lambung.

Cara Mengatasi BAB Berdarah

Ada banyak faktor yang bisa memicu BAB berdarah, sehingga pengobatannya akan bervariasi tergantung penyebabnya. Jangan khawatir ini ada 2 cara mengatasinya :

1. Pengobatan rumahan

Pengobatan rumahan dapat menjadi pertolongan pertama pada kasus BAB berdarah yang ringan.

Sebagai contoh, jika penyebabnya adalah wasir, salah satu cara untuk meredakan nyerinya adalah dengan mandi air hangat.

Selain itu, mengoleskan krim tanpa resep atau dengan resep dokter juga dapat mengurangi iritasi.

Namun, jika penyebab BAB berdarah adalah fisura ani akibat konstipasi, mengobati konstipasi memungkinkan fisura tersebut sembuh.

Selain itu, ada sejumlah perawatan rumahan untuk mengurangi risiko BAB berdarah, seperti:

  • Konsumsi makanan berserat tinggi.
  • Berolahraga secara teratur untuk mencegah sembelit.
  • Menjaga kebersihan area dubur.
  • Tetap terhidrasi dengan baik.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 8 Penyebab Bibir Tiba-tiba Bengkak

2. Perawatan medis

Jika pengobatan sembelit secara rumahan tidak berhasil, maka perawatan medis perlu menjadi pilihan. Jika penyebabnya wasir, BAB berdarah mungkin memerlukan perawatan yang lebih invasif.

Dokter dapat menggunakan salah satu dari beberapa metode untuk menghentikan pendarahan akut.

Biasanya, dokter menggunakan endoskopi untuk menyuntikkan obat ke tempat pendarahan, merawat sumber pendarahan dengan arus listrik atau laser, atau memasang pita atau klip untuk menutup pembuluh darah.

Jika endoskopi tidak dapat mengontrol pendarahan, dokter juga dapat menggunakan angiografi untuk menyuntikkan obat ke dalam pembuluh dara untuk mengontrol pendarahan.

Selain itu, perawatan bervariasi tergantung pada penyebabnya, dan mungkin termasuk obat-obatan seperti antibiotik untuk mengobati H. pylori, yang menekan asam lambung.

Kamu juga bisa menggunakan obat antiinflamasi untuk mengobati kolitis.

Namun pembedahan mungkin saja dokter lakukan untuk mengangkat polip atau bagian usus besar yang rusak akibat kanker, diverkulitis, atau penyakit radang usus.

Sementara itu, jika penyebabnya adalah fisura ani, BAB berdarah dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi dokter mungkin akan meresepkan antibiotik jika infeksi berkembang.

Semoga bermanfaat

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHati-hati! Ini 8 Penyebab Bibir Tiba-tiba Bengkak
Next Article Waspada, Sumsel Berpotensi Terjadi Kekeringan Meteorologi
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,890 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,763 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,736 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?