RELUNG.ID – BAB keluar darah saat hamil biasanya disebabkan oleh wasir dan dipicu konstipasi. Tapi kalian jangan panik ini ada beberapa cara untuk mengatasinya.
Dilansir dari klikdokter ini 7 atasi BAB keluar darah saat hamil. Simak dibawah ini :
1. Perbanyak Konsumsi Serat
Dianjurkan Dokter Sara, ada baiknya untuk mencoba memperbanyak konsumsi serat, misalnya dari buah, sayuran, dan oatmeal.
“Konsumsi serat akan membantu memperlancar pencernaan serta melunakkan tinja. Tentunya, ini dapat mencegah terjadinya sembelit,” tuturnya.
Baca Juga: Ini 6 Masalah Ibu Hamil Sulit Tidur
2. Konsumsi Makanan yang Mengandung Probiotik
Selain serat, kamu juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Pasalnya, probiotik dapat bermanfaat bagi bakteri baik yang hidup di dalam saluran pencernaan.
Untuk meningkatkan asupan probiotik, kamu bisa konsumsi makanan fermentasi, seperti yoghurt, acar, kimchi, dan miso.
3. Minum Banyak Air Putih
Berdasarkan Official Publication of the College of Family Physicians of Canada, dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama hamil. Kamu bisa minum air putih secara teratur, minimal sebanyak 8-12 gelas per hari.
Untuk menilai kecukupan cairan dalam tubuh, kamu bisa memerhatikannya lewat urine. Apabila air seni yang keluar berwarna bening kekuningan, ini menandakan bahwa asupan cairan sudah tercukupi dengan baik.
Tak jarang, ibu hamil takut untuk minum air karena tidak ingin mengalami keluhan sering buang air kecil. Padahal, mencukupi cairan tubuh bisa membantu melunakkan feses yang keluar.
4. Jangan Menunda BAB
Menurut Dokter Sara, kebiasaan buang air besar juga turut berpengaruh terhadap munculnya sembelit. Apalagi, jika Mama sering menunda untuk mengeluarkan kotoran walau sudah muncul rasa mulas.
Apabila memungkinkan, usahakan untuk BAB secara rutin sehingga kamu tidak menunda untuk mengeluarkannya. Waktu yang cukup ideal untuk BAB adalah setelah makan. Soalnya, usus akan bekerja lebih setelah makan, sehingga akan mendorong munculnya rasa mulas.
Baca Juga: Ini 10 Manfaat Buah Naga untuk Ibu Hamil
5. Rutin Olahraga
Mama juga tetap dianjurkan untuk berolahraga selama masa kehamilan. Aktivitas fisik ini bisa memengaruhi kesehatan tubuh Mama dan janin, serta kinerja saluran pencernaan.
Dengan rutin berolahraga, saluran pencernaan akan terpacu untuk bekerja dengan baik, sehingga feses akan lebih mudah untuk dikeluarkan.
6. Mencukupi Kebutuhan Nutrisi
Dilansir dari Cleveland Clinic, mencukupi asupan nutrisi bisa membantu meredakan gejala sembelit pada ibu hamil.
Mungkin, dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi lebih sedikit suplemen yang mengandung zat besi. Kandungan zat besi dalam vitamin kehamilan mungkin terlalu banyak untuk diproses oleh sistem pencernaan.
7. Konsumsi Obat
Apabila gejala BAB berdarah saat hamil sulit untuk diatasi meski telah melakukan perubahan gaya hidup, mungkin dokter akan meresepkan obat pencahar atau suplemen.
Namun, pastikan untuk konsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat pencahar atau suplemen apa pun. Pasalnya, beberapa obat pencahar bisa menimbulkan efek samping bagi tubuh.
Oleh karenanya, selalu konsultasikan setiap keluhan yang dialami selama hamil. Nantinya, dokter akan membantu mengatasi masalah tersebut, termasuk gangguan BAB berdarah saat hamil.
Semoga bermanfaat

