RELUNG.ID – Kepala pusing tidak hanya satu bagian saja juga bisa terjadi di bagian belakang. Hal ini harus ditangani karena cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh apa lagi di area sensitif tersebut.
Dilansir dari alodokter ini 7 penyebab kepala bisa pusing pada bagian belakang. Simak dibawah ini :
1. Otot tegang
Pusing kepala belakang paling sering terjadi akibat ketegangan otot di leher, punggung atas, dan bahu. Pemicu otot tegang ini bisa karena berbagai hal, seperti:
- Posisi leher yang sering tertekuk
- Kurang tidur atau posisi tidur salah
- Kelelahan
- Sering mengangkat beban berat atau sering mengejan
- Terlalu banyak mengonsumsi kafein atau minuman beralkohol
- Cedera kepala
- Kolesterol tinggi
- Masalah psikologis, seperti stres berat, cemas, atau depresi
- Bila disebabkan oleh otot tegang, pusing kepala belakang terasa seperti ada sesuatu yang menekan kepala dan tidak berdenyut.
Baca Juga: Ini 7 Manfaat Bekam untuk Kesehatan
2. Postur tubuh yang buruk
Segala aktivitas yang membuat kepala berada dalam 1 posisi untuk waktu yang lama dan tidak bergerak bisa menyebabkan pusing kepala belakang. Contohnya, mengetik atau melakukan pekerjaan apa pun di depan komputer, membaca, menjahit, atau tidur dengan posisi leher yang salah.
Selain itu, postur tubuh yang bungkuk saat duduk atau berdiri juga menyebabkan otot bagian belakang kepala tegang dan memberi tekanan pada saraf di area tersebut. Akibatnya, pusing kepala belakang pun terjadi.
Pusing kepala belakang akibat postur tubuh yang buruk bisa diobati dengan obat pereda nyeri, seperti paracetamol. Guna mencegah keluhan ini kambuh, terutama jika Anda harus bekerja dalam posisi duduk untuk waktu yang lama, gunakanlah kursi kerja ergonomis dengan penyangga punggung yang baik dan duduklah dengan kedua telapak kaki menapak lantai.
3. Migrain
Pusing akibat migrain bisa terjadi di bagian kepala mana saja, termasuk kepala bagian belakang. Biasanya pusing karena migrain berpindah dari belakang ke samping, tetapi bisa juga hanya fokus di bagian belakang. Nyeri yang parah dan berdenyut, mual, muntah, mata berair, serta sensitif terhadap cahaya atau suara juga termasuk gejala migrain.
Untuk keluhan migrain yang ringan, Anda bisa mengonsumsi obat antimigrain yang dijual bebas, memberikan kompres panas atau dingin ke kepala dan leher, serta memijat kepala dengan lembut. Namun, bila keluhan sudah parah dan sering terjadi, obat resep dari dokter, seperti penghambat beta dan obat golongan triptan, mungkin diperlukan.
4. Radang sendi
Gejala utama pusing kepala belakang karena arthritis atau radang sendi di leher adalah nyeri leher yang makin parah saat bergerak. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh radang sendi pada tulang belakang, tetapi bisa juga akibat perubahan struktur tulang leher atau peradangan pembuluh darah di kepala.
Perawatan yang biasanya diberikan oleh dokter adalah obat antiradang, pelemas otot, atau fisioterapi mengurangi peradangan dan mendukung pemulihan jaringan leher.
Baca Juga: Ini 10 Bahaya Vape untuk Kesehatan, Kalian Harus Tahu
5. Tekanan darah rendah
Penyebab pusing kepala belakang juga bisa karena tekanan darah rendah atau hipotensi intrakranial. Kondisi ini terjadi ketika ada kebocoran cairan di otak dan terjadi penurunan volume cairan otak. Akibatnya, saraf di otak meregang dan ada pergeseran otak ke bawah sehingga kepala bagian belakang terasa pusing.
Keluhan pusing kepala belakang akibat kondisi ini bisa menjadi makin parah saat Anda berada dalam posisi tegak dan akan membaik saat berbaring.
6. Saraf kejepit atau cedera di leher belakang
Meskipun jarang terjadi, pusing kepala belakang bisa terkait dengan saraf kejepit atau cedera pada saraf yang berada di kepala bagian belakang hingga leher. Pusing karena kondisi ini digambarkan seperti sakit yang parah, menusuk, dan terkadang menjalar hingga ke bahu atau lengan.
Pertolongan pertama untuk mengatasi pusing akibat saraf terjepit di leher adalah memberi kompres hangat dan pijatan lembut. Selain itu, obat antiradang dan pelemas otot juga biasanya diresepkan oleh dokter.
7. Sakit kepala servikogenik
Pusing kepala belakang jenis servikogenik ditandai dengan nyeri yang parah saat leher digerakkan atau bahkan sekadar disentuh. Saat berbaring, Anda juga mungkin merasa ada tekanan di bagian atas kepala sehingga sulit untuk tidur.
Sakit kepala cervicogenik dapat disebabkan oleh patah tulang, infeksi, radang sendi, atau tumor di leher. Jadi, meski mungkin terasa seperti sakit di kepala bagian belakang, sebenarnya masalahnya ada di leher. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan suntikan di leher untuk mematikan saraf di area tersebut dan menyarankan terapi fisik.

