RELUNG.ID – Ibu usia muda cenderung tidak memahami bagaimana melakukan perawatan kepada bayi seperti memberikan air putih. Padahal itu sangat beresiko karena sebelum usia 6 bulan bayi harus mendapatkan ASI eksklusif.
Baca Juga: MAU GAYA! 3 Ini Harus Diperhatikan Sebelum Helix Piercing
Maksud dari ASI eksklusif adalah tidak ada asupan selain ASI karena merupakan makanan sekaligus minuman yang sangat baik untuk tumbuh kembang bayi.
Dilansir dari HelloSehat, berikut beberapa bahaya dari pemberian air putih untuk bayi sebelum usia 6 bulan.
1. Asupan gizi dan nutrisi berkurang
Dikutip dari Pregnancy, Birth, & Baby terlalu banyak asupan cairan di usia kurang dari 6 bulan bisa membuat bayi menjadi lebih cepat kenyang sehingga enggan menyusu ASI.
Hal ini tentu berisiko membuat kebutuhan gizi bayi tidak terpenuhi secara optimal.
Tidak hanya itu saja, anak juga bisa mengalami penurunan berat badan apabila pemberian air putih dilakukan secara terus menerus.
2. Mengalami keracunan
Selain itu, pemberian air putih untuk bayi dalam jumlah banyak juga berisiko mengakibatkan keracunan dan berakibat fatal.
Baca Juga: Kalau Meninggal Dunia, Lucinta Luna Tidak Mau Dimakamkan Sebagai Pria
Perlu diketahui bahwa di usia ini, organ ginjal bayi belum berfungsi dengan baik.
Ketika asupan air putih yang diminum terlalu banyak, kadar garam di dalam tubuhnya menurun sehingga kadar elektrolit jadi tidak seimbang.
Waspadai hal ini!
Walaupun keracunan pada bayi akibat minum air putih jarang terjadi, Anda sebaiknya berhati-hati ketika bayi mengalami diare, bagian wajah membengkak, hingga terjadi kejang.
3. Mengganggu aktivitas otak
Ketidakseimbangan cairan tubuh akibat air putih juga dapat mengganggu aktivitas otak serta jantung bayi. Gejala paling awal yang muncul biasanya adalah mengantuk dan lemas.
Lalu, gejala lainnya yang mungkin dialami bayi akibat minum air putih sebelum waktunya adalah suhu tubuh yang menurun hingga kejang.
Biasanya, ada beberapa kondisi yang membuat bayi perlu mendapatkan cairan tambahan.
Sebagai contoh, ketika bayi mengalami diare atau dehidrasi maka ia membutuhkan cairan elektrolit khusus. Namun, hal ini pun harus atas rekomendasi dokter
Semoga bermanfaat, ya.

