Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Bahaya Tidak? Ini 8 Penyebab Vagina Selalu Basah
Lifestyle

Bahaya Tidak? Ini 8 Penyebab Vagina Selalu Basah

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda12/07/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Alat reproduksi wanita vagina apabila basah biasanya terjadi karena adanya rangsangan seksual. Nah bagaimana kalau vagina selalu basah! Hal itu normal apa tidak?

Dilansir dari klikdokter, berikut beberapa penyebab miss V selalu basah:

1. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis dapat menyebabkan miss V selalu basah dan bau. Infeksi ini disebabkan oleh perubahan kimiawi atau bakteri anaerob yang berkembang biak berlebihan.

Saat mengalami vaginosis bakterialis, gejala yang muncul adalah vagina gatal dan keputihan berwarna kuning hingga keabuan. Infeksi ini juga merupakan penyebab keputihan abnormal yang sering dialami wanita usia subur.

Baca Juga: Penting! Ini Cara Mencegah Penyakit Hati

Tak hanya itu, wanita yang aktif secara seksual dapat mengalami vaginosis bakterialis.

Penanganan kondisi ini bisa dilakukan dengan mengurangi pertumbuhan bakteri berlebih. Oleh karena itu, dokter mungkin akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri di vagina.

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis atau trichomonas vaginalis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Parasit ini lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria.

Kendati begitu, pria juga bisa terinfeksi dan menularkan penyakit trikomoniasis ke pasangannya saat berhubungan seksual.

Pada kasus trikomoniasis, tubuh akan menghasilkan cairan vagina dalam jumlah berlebihan. Akibatnya, vagina basah terus serta keluar cairan kental, kekuningan, berbusa, dan berbau tak sedap.

Saat mengalami infeksi ini, dinding vagina juga tampak kemerahan dan sembap. Trikomoniasis juga dapat menimbulkan rasa gatal dan panas di vagina, serta sakit saat berhubungan seksual.

Infeksi parasit ini umumnya diatasi dengan obat antibiotik.

3. Klamidia

Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan biasanya ditularkan melalui aktivitas seksual. Wanita 25 persen berisiko tertular saat berhubungan intim dengan laki-laki yang terinfeksi klamidia.

Bila terinfeksi, gejala dapat muncul pada minggu pertama setelah kontak pertama kali (hubungan seksual) terjadi. Keluhan yang sering dialami wanita adalah keputihan berlebih, sehingga vagina berair dan berbau.

Klamidia juga dapat menyebabkan wanita mengalami nyeri di perut yang kadang disertai demam, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri ketika berhubungan seks.

Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebabkan wanita mengalami radang panggul. Radang panggul bisa menyebabkan kerusakan tuba falopi (saluran yang menghubungkan indung telur dan rahim) dan menyebabkan ketidaksuburan.

Infeksi bakteri ini umumnya diobati dengan pemberian antibiotik.

4. Radang Panggul

Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi yang terjadi di dalam rongga panggul. Infeksi ini dapat berdampak ke bagian organ reproduktif wanita, seperti uterus, serviks, ovarium, atau tuba falopi.

Baca Juga: Catat! 5 Posisi Tidur Bisa Redakan Nyeri Haid

Radang panggul dapat menyebabkan perut mengalami nyeri kronis (berlangsung lama).

Terkadang, infeksi panggul bisa menyebabkan hidrosalping, yaitu pembengkakan saluran telur. Penyebab radang panggul bisa jadi akibat komplikasi dari klamidia, gonore, atau tindakan pemasangan KB spiral yang tidak higienis.

Radang panggul kerap tidak menimbulkan gejala. Namun, bila didapati adanya gejala, keluhan yang muncul bisa berupa nyeri di area panggul, perdarahan di antara siklus haid, atau vagina basah yang disertai bau tak sedap.

Untuk mengobati radang panggul, dibutuhkan terapi antibiotik.

5. Rangsangan Seksual

Vagina selalu basah dapat disebabkan oleh rangsangan seksual di area bibir, leher, payudara, paha, atau vagina. Setelah terangsang, dapat timbul respons berupa keluarnya cairan lubrikan yang berfungsi sebagai pelumas vagina.

Rangsangan dan keluarnya lubrikan vagina merupakan persiapan sebelum melakukan hubungan seks. Kondisi vagina basah saat terangsang ini sifatnya penting.

Vagina basah akan membuat wanita merasa nyaman dan tidak timbul nyeri saat berhubungan seks.

Setelah wanita tidak merasa terangsang, umumnya kelenjar bartholin di dalam vagina akan berhenti memproduksi cairan pelumas. Biasanya, vagina masih terasa basah 1-2 jam setelah berhubungan seks dan akan kembali seperti semula dengan sendirinya.

6. Ovulasi

Ovulasi adalah masa subur wanita yang terjadi ketika sel telur dikeluarkan dari indung telur dan siap dibuahi. Saat ovulasi, serviks akan memproduksi lebih banyak lendir untuk membantu pergerakan sel sperma menuju sel telur.

Dampaknya, vagina selalu basah saat masa subur. Kondisi ini wajar dan normal, serta akan menghilang sendiri saat masa subur sudah lewat.

Namun, kondisi vagina basah terus karena masa subur juga akan berulang setiap bulannya.

7. Terapi Hormonal

Terapi hormonal dapat menjadi penyebab vagina berair. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat memicu kelenjar bartholin untuk menghasilkan lebih banyak cairan dan mengakibatkan vagina basah.

Keluhan vagina selalu basah karena menjalani terapi hormonal adalah hal normal. Akan tetapi, jika sangat mengganggu atau membuat tidak nyaman, coba diskusikan kembali terapi ini dengan dokter, ya.

8. Berkeringat

Vagina normal dan sehat pada dasarnya sedikit lembap, menyerupai kulit yang sedang berkeringat. Rata-rata wanita sehat menghasilkan 1-4 mililiter (ml) cairan vagina dalam sehari.Menurut ahli kandungan dan kebidanan, cairan vagina normal bisa sangat kental, mengandung sekitar 1 ml.Jumlah cairan yang dikeluarkan oleh wanita sehat dapat berubah dari hari ke hari.

Kelenjar bartholin dan serviks pun menghasilkan berbagai cairan yang dapat berubah seiring waktu.Saat ovulasi mendekat, mungkin vagina lebih basah karena serviks meningkatkan produksi cairan.Miss V selalu basah memang kerap bikin khawatir.

Namun, vagina basah tanpa gejala lain adalah normal dan sehat, mendukung kesuburan, membuat aktivitas seksual lebih nyaman, serta mencegah nyeri vagina.Jika vagina selalu basah disertai keluhan lainnya, segera periksakan diri ke dokter.

Semoga bermanfaat

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePenting! Ini Cara Mencegah Penyakit Hati
Next Article Prakiraan Cuaca Rabu 11 Juli 2023, Sebagian Palembang Cerah
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,957 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,826 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,799 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?