RELUNG.ID – Banjir bandang yang terjadi di Lahat berakibat sejumlah kerusakan hingga korban jiwa.
Bencana banjir bandang ini pun mendapat respon dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel.
Menurut Walhi Sumsel, banjir bandang ini merupakan bencana terbesar dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga: Drakor ‘dr Romantic 3’ Bakal Tayang Perdana April Mendatang Usai ‘Taxi Driver 2’
Direktur Walhi Sumsel, Yuliusman mengatakan, banjir bandang yang terjadi di Lahat, tidak lain berupa akumulasi kerusakan lanskap yang juga disumbang oleh wilayah sekitarnya. Bencana ini memang bukan yang pertama. Namun, ini merupakan yang terbesar sejak lima tahun terakhir.
“Ini menjadi sinyal, bahwa bakal ada lebih lebih besar lagi dari tahun sebelumnya jika tidak dicegah,” katanya.
Menurutnya, banjir dalam konteks hulu permasalahan, ialah perubahan bentang alam atau lanskap yang sudah terdegradasi, sekaligus hutan yang terforestasi. Dengan kondisi ini, maka mengakibatkan daya atau benteng pertahanan resapan air di wilayah tersebut sudah rusak.
“Pemda Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam hendaknya duduk bersama mencari solusi ke depan agar tidak terulang lagi,” terangnya.
Baca Juga: Qualcomm Bakal Keluarkan Chipset Baru Snapdragon 7
Dia pun menyayangkan korban yang terdampak begitu besar. Dikarenakan, pemerintah tidak ada mitigasi atau informasi mencegah agar warga lebih waspada sebelum bencana terjadi. Dengan kondisi ini, maka mereka menilai pemerintah masih lemah dalam mitigasi. Padahal, sudah ada BMKG.
“Beginilah jika pengelolaan SDA sangat eksploitatif masif terjadi di Sumsel, dan bukan tidak mungkin, wilayah lain mengalami hal serupa,” pungkasnya.

