RELUNG.ID — Pemerintah Kota Palembang mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi setiap kali hujan deras di wilayahnya disebabkan oleh hilangnya ratusan sungai dan berkurangnya luas rawa.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Palembang, Ahmad Bastari, dari sebelumnya ada 726 sungai di Palembang, kini hanya tersisa 114 sungai saja.
“Dulu (masa lalu) ada sekitar 726 sungai yang mengalir di Kota Palembang. Namun lambat laun karena Kota Palembang terus berkembang saat ini sungai di Palembang tinggal 114 saja, atau hilang 612 sungai,” kata dia, Ahad (25/2).
Bastari menjelaskan bahwa banyaknya sungai yang hilang menyebabkan air tetap memiliki volume yang sama namun wadah aliran sungainya berkurang, sehingga air masuk ke pemukiman, jalan, dan lainnya, memicu banjir.
Guru Besar Universitas Sriwijaya Bidang Drainase Pertanian, Prof Dr Momon Sodik Imanudin, menambahkan bahwa selain hilangnya sungai, banjir di Kota Palembang juga disebabkan oleh berkurangnya luas rawa. Rawa di Palembang sebelumnya mencapai 7 ribuan hektar, namun saat ini hanya tersisa 2 ribu hektar.
“Jadi rawa yang hilang di Kota Palembang ini sebanyak 5 ribu hektar dalam waktu 10 tahun terakhir karena banyaknya pembangunan pemukiman,” ujarnya.
Momon menekankan bahwa rawa adalah tempat atau rumah air, namun alih fungsi lahan membuat air kehilangan rumahnya. Oleh karena itu, diperlukan master plan yang menyeluruh untuk mengatasi banjir di Palembang dalam jangka waktu yang panjang, sehingga masalah banjir dapat teratasi secara berkelanjutan. [RG]

