RELUNG.ID — Sebagian besar wilayah Arab Saudi, termasuk kota suci Mekkah, dilanda banjir akibat hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Departemen Meteorologi Arab Saudi pada Senin (6/1/2025) mengeluarkan peringatan merah atas potensi banjir di Mekkah, Madinah, dan kota pelabuhan Jeddah.
Dampak banjir menyebabkan gangguan besar, termasuk pembatalan pembelajaran tatap muka di Provinsi Timur dan Riyadh. Kelas-kelas di wilayah tersebut dipindahkan ke mode daring untuk menjamin keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan jalan-jalan utama yang tergenang air, dengan mobil-mobil dan bus wisata terseret arus banjir. Beberapa kendaraan tampak terbengkalai di tengah jalan, sementara puing-puing dan pohon tersapu derasnya air.
Mengutip laporan Saudi Press Agency, hujan deras di negara ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Rabu (8/1/2025).
Hujan deras yang memicu banjir bukanlah fenomena langka di Arab Saudi, terutama selama musim dingin. Namun, banyak kota di wilayah ini masih memiliki sistem drainase yang kurang berkembang sehingga tidak mampu menampung curah hujan tinggi.
Sebagai catatan, hujan deras pada pertengahan April lalu juga mengakibatkan korban jiwa di kawasan Teluk. Di Oman, 21 orang dilaporkan tewas, sementara Uni Emirat Arab mencatat empat korban jiwa akibat curah hujan terberat dalam 75 tahun terakhir.
Pemerintah Arab Saudi terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang.[TRA]

