RELUNG.ID– Banjir yang melanda Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, terus meluas hingga mencakup empat kecamatan, yaitu Kecamatan Benakat, Ujan Mas, Muara Enim, dan Rambang Niru. Berdasarkan laporan BPBD Sumsel, sebanyak 1.157 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir tersebut.
Menurut Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Kecamatan Ujan Mas menjadi daerah terdampak paling parah dengan 720 KK dengan rinciannya yakni Desa Ujan Mas Lama sebanyak 470 KK dan Desa Tanjung Raman 250 KK.
Di Kecamatan Benakat, banjir terjadi di Desa Pagar Jati dengan jumlah terdampak 429 KK atau 1.722 jiwa dari 361 rumah.
Sementara itu, di Kecamatan Muara Enim, banjir melanda Kelurahan Muara Enim dengan 2 KK terdampak. Akses jalan menuju SMKN 1 Muara Enim juga terputus.
Di Kecamatan Rambang Niru, banjir tercatat di Desa Tebat Agung, dengan 6 KK terdampak.
Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (9/1/2025) sore menjadi pemicu utama banjir, menyebabkan debit sungai meningkat. Penyempitan aliran sungai dan penumpukan sedimen juga memperparah kondisi.
Sudirman menjelaskan, BPBD Sumsel telah mengirimkan dua tim kaji cepat ke lokasi banjir dan satu tim pelayanan kesehatan. Selain itu, bantuan logistik seperti 200 paket sembako dan 200 selimut juga telah didistribusikan kepada warga terdampak.
Evakuasi warga dari wilayah terdampak dilakukan ke tempat yang lebih aman. Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir. Namun, warga diimbau tetap waspada mengingat hujan susulan masih berpotensi terjadi selama musim penghujan.
Muara Enim merupakan salah satu daerah di Sumsel yang kerap dilanda banjir setiap musim hujan. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah-langkah mitigasi, seperti pengerukan sedimen sungai dan normalisasi aliran sungai, untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.[AYK]

