Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Banjir Parah di Palembang, Komitmen Lemah Pemerintah Hingga Janji Kosong Calon Wali Kota
Indeks

Banjir Parah di Palembang, Komitmen Lemah Pemerintah Hingga Janji Kosong Calon Wali Kota

ADMINBy ADMIN19/11/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Banjir di salah satu titik jalan protokol Kota Palembang. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang sejak siang hingga petang pada Senin (18/11) menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Genangan air yang melumpuhkan aktivitas warga ini kembali memicu keluhan terhadap buruknya penanganan banjir oleh pemerintah setempat.

Hanya berselang beberapa jam setelah banjir, media sosial diramaikan oleh unggahan foto dan video yang memperlihatkan parahnya kondisi di lapangan. Warganet mengeluhkan buruknya infrastruktur drainase dan pembangunan yang tidak ramah lingkungan. “PR Camat, Lurah, RW sama RT, dan untuk calon Gubernur & Wali Kota. Soal banjir ini, drainase kurang lebar dan kurang dalam,” tulis akun @thamrin_lie dalam salah satu unggahannya.

Sindiran sarkastis pun dilontarkan oleh akun @agus_darus yang menyindir calon pemimpin kota, “Cari la Muko nah yg nak nyalon mumpung msh kelebu Banjer nih.” Ucapan ini menunjukkan kekesalan warga terhadap janji-janji politik yang dianggap hanya basa-basi setiap menjelang Pilkada.

Banjir di Palembang bukanlah hal baru. Kota yang dijuluki “kota air” ini sejak dulu menghadapi tantangan dari siklus banjir akibat topografinya yang didominasi rawa dan delta. Sejarawan Universitas Sriwijaya, Dedi Irwanto, menjelaskan bahwa sejak era kolonial, banjir menjadi bagian dari keseharian masyarakat Palembang.

“Palembang dulu terdiri dari delta-delta dan rawa yang dikelilingi air. Ketika musim pasang, wilayah ini pasti tergenang. Namun, Belanda saat itu sudah mengantisipasi dampaknya dengan membangun saluran irigasi, bendungan, dan kanal yang dirawat dengan baik,” paparnya.

Sayangnya, kebijakan tata kelola air yang diterapkan pada masa kolonial tidak diteruskan setelah Indonesia merdeka. Justru, penimbunan rawa-rawa untuk dijadikan perumahan dan proyek komersial menjadi salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan. “Kini, kolam retensi kehilangan fungsinya, anak sungai hilang, dan drainase menyempit. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir dengan baik,” ujar Dedi.

Janji Kosong Calon Wali Kota Palembang

Koordinator Perkumpulan Rawang, Hairul Sobri, menilai pemerintah Kota Palembang belum menunjukkan komitmen serius untuk menangani masalah banjir. Salah satu indikatornya adalah pemberian izin pembangunan perumahan di kawasan rawa yang seharusnya menjadi daerah resapan air.

“Pemerintah lebih memprioritaskan kepentingan bisnis daripada tata ruang yang ramah lingkungan. Selama rawa-rawa terus ditimbun untuk perumahan atau pusat perbelanjaan, banjir akan terus menjadi masalah abadi,” tegas Hairul.

Ia juga menyoroti rencana pemerintah membangun Kawasan Perkantoran Terpadu di Jalan Soekarno-Hatta, yang akan berdiri di atas rawa budidaya. “Keputusan ini tidak hanya melanggar rencana tata ruang, tetapi juga mengabaikan dampak ekologis jangka panjang,” imbuhnya.

Di tengah maraknya kritik terhadap pemerintah, ketiga pasangan calon Wali Kota Palembang, yaitu Fitrianti-Nandriani, Ratu Dewa-Prima Salam, dan Yudha Pratomo-Baharuddin, juga menjadi sorotan. Menurut Hairul, janji-janji yang disampaikan para kandidat dalam debat politik hanya mengulang konsep lama yang sebenarnya sudah tertuang dalam peraturan daerah.

“Mereka hanya berbicara soal kolam retensi, normalisasi anak sungai, dan ruang terbuka hijau. Padahal, itu sudah kewajiban pemerintah daerah. Tidak ada ide baru atau terobosan yang menjadi solusi dalam pengatasan banjir,” ujar Hairul.

Hairul menjelaskan, jika memang calon Wali Kota Palembang ingin serius menangani banjir, sejak awal mereka seharusnya berjanji untuk menertibkan bangunan-bangunan megah yang berdiri di sepanjang bantaran sungai.

“Penertiban mall, hotel ataupun bangunan megah lainnya yang menyalahi tata ruang harusnya ditertibkan. Kalau memang ada komitmen kuat. Berani tidak mereka. Sepanjang ini tidak ditertibkan, ya pengentasan banjir hanya jadi omong kosong yang muncul setiap Pilkada berlangsung,” tegasnya.

Banjir Jadi Komoditas Kampanye

Pengamat politik Bagindo Togar menilai, permasalahan banjir selama ini hanya dijadikan komoditas kampanye oleh para kandidat. “Tidak ada strategi konkret dari mereka untuk menyelesaikan masalah ini. Banjir hanya menjadi alat untuk menarik simpati masyarakat,” kritiknya.

Bagindo mengungkapkan, permasalahan banjir di Palembang sudah seolah menjadi even tahunan yang selalu dihadapi masyarakat. Padahal dia menilai, Palembang yang dikenal sebagai kota tertua di Indonesia ini dinilai tidak layak banjir.

“Palembang itu kota yang tidak layak banjir kalau ditinjau dari topografi. Bahkan sungai kita banyak tapi kenapa banjir ini seperti menjadi even tahunan. Karena ada yang salah dalam penataan kota, drainase yang semakin menyempit, tata ruang dan lainnya. Tapi tidak ada dari ketiga kandidat ini yang berani dan jujur mengatasi permasalah ini,” jelasnya.

Selain itu, Bagindo juga menyinggung kapabilitas dari ketiga paslon yang tidak memiliki wawasan lingkungan. Bahkan Fitrianti dan Ratu Dewa yang dianggap warisan rezim pun tak mampu membenahi masalah banjir ketika mereka menduduki jabatan penting di pemerintahan sebelumnya.

Sementara, Yudha Pratomo yang dinilai belum memiliki pengalaman hanya mengandalkan konsep dan teori. “Makanya dari ketiga kandidat ini tidak ada yang berani menyatakan drainase di Palembang terparah di Indonesia. Tidak ada dari mereka ini yang berani all out untuk menyelesaikan banjir ini,” pungkasnya. (tim)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDua Bocah Hilang Tenggelam saat Hujan Deras di Palembang
Next Article Indonesia vs Arab Saudi: Laga Krusial untuk Asa Garuda
ADMIN

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,887 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,759 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,733 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?