RELUNG.ID – Sejumlah permasalahan terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Permasalahan ibadah haji ini tentunya menjadi sorotan Kementrian Agama (Kemenag).
Karena itu, Kemenag pun membentuk tim investigas dan bakal melakukan evaluasi terkait pelaksanaan haji 2023 ini.
Baca Juga: Diminati Banyak Negara, Yuk Intip Sejarah Pesawat CN235 dari Indonesia
Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji 1444 H atau tahun 2023 M memang diwarnai sejumlah masalah.
Beberapa layanan haji dinilai tidak diberikan secara optimal sehingga merugikan jemaah haji asal Indonesia.
“Kami telah melakukan analisis, dan masalahnya ada pada Mashariq selaku serikat penyedia. Hal ini sudah kami sampaikan kepada Menteri Tawfiq, dan sangat responsif,” katanya saat bertemu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, Senin (10/7).
Baca Juga: Kuat Kok Bisa Mati? Ini Penyebab Edward Newgate Gugur di Marineford
Beberapa persoalan yang muncul antara lain, tenda Arafah yang sempat dimasuki jemaah nonkuota.
Kemudian, keterlambatan pemberangkatan dari Muzdalifah ke Mina sehingga jemaah kepanasan.
Serta, masalah saluran air bersih dan sanitasi di Mina, sampai keterlambatan katering untuk jemaah haji.
Baca Juga: Soal Pj Walikota Palembang, Ini Bocoran Nama dari Gubernur Sumsel
“kami telah membentuk tim investigasi dan sudah dilakukan setidaknya dua kali pertemuan. Bahkan, saat ini tim masih bekerja,” pungkasnya.

