RELUNG.ID – Pemkab Banyuasin memasang target luas tanam padi seluas 238.543 hektare pada tahun 2025. Angka tersebut sedikit lebih rendah dari realisasi tahun lalu yang mencapai mencapai 240.634 hektar.
Asisten I Setda Kabupaten Banyuasin, Izro Maita mengatakan, berdasarkan data Statistik Pertanian Kabupaten Banyuasin memiliki Luas Baku Sawah seluas 189.345 Ha, dengan potensi lahan lebak dan pasang surut masing-masing sebesar 24.935 Ha dan 164.410 Ha.
Dari luasan tersebut, realisasi produksi padi pada musim tanam 2024 lalu mencapai 958.342 ton GKG setara 550.332 ton beras, menghasilkan surplus beras sebanyak 465.593 ton.
“Kami menargetkan tahun ini ada peningkatan produksi. Meskipun ada penurunan target luas tanam,” kata Izro saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Intensifikasi dan Ekstensifikasi Meningkatkan Produksi Padi di Kabupaten Banyuasin” yang digelar Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Banyuasin.
Dia menjelaskan, Kabupaten Banyuasin telah melaksanakan optimasi lahan rawa seluas 11.700 Ha pada tahun 2024, yang melibatkan kerja sama dengan TNI sebagai upaya intensifikasi. Pada tahun 2025, rencana optimasi lahan rawa akan mencakup 34.511 Ha.
“Sementara untuk ekstensifikasi lahan, Kementerian Pertanian belum memberikan target,” ungkapnya.
Izro Maita juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengalihkan fungsi lahan pertanian pangan menjadi non-pangan, dengan menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian berkelanjutan berdasarkan Undang-undang No 41 tahun 2009.
“Jadi kami imbau kedepannya tidak ada lagi alih fungsi lahan pertanian karena sudah ada aturannya,” bebernya
Sementara itu, Ketua DPD JPKP Banyuasin, Indo Sapri menegaskan dukungan terhadap program penguatan ketahanan pangan Presiden Joko Widodo, dan komitmen JPKP dalam mendukung implementasi program tersebut di Kabupaten Banyuasin guna mencapai Indonesia Lumbung Pangan 2045. (ARD)

