RELUNG.ID – Keindahan Batik Petule kembali mencuri perhatian publik dalam Pameran Busana Batik Petule Piala Heni Pertiwi Edison Tahun 2026 yang digelar di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS), Rabu (14/1/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat Muara Enim terhadap wastra khas daerah.
Pameran tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Muara Enim Edison, didampingi Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Muara Enim, Heni Pertiwi Edison.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam mendukung pelestarian dan pengembangan Batik Petule sebagai identitas budaya daerah.
“Batik Petule bukan sekadar kain bermotif, tetapi mencerminkan nilai-nilai kehidupan dan kedekatan masyarakat dengan lingkungan sekitarnya. Ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” ujar Edison.
Menurutnya, pameran busana ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi bagi pelaku UMKM, perancang busana, serta masyarakat untuk kembali menggaungkan Batik Petule sebagai Wastra Bumi Serasan Sekundang.
Melalui penggunaan batik dalam berbagai kesempatan, jati diri lokal semakin kuat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Batik Petule telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Pencapaian ini dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi kekayaan budaya daerah sekaligus membuka peluang Batik Petule menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Muara Enim, Heni Pertiwi Edison, menyampaikan bahwa lahirnya Batik Petule merupakan wujud kecintaan terhadap budaya lokal.
Ia berharap masyarakat semakin bangga mengenakan Batik Petule, tidak hanya dalam acara resmi, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.
“Dengan membiasakan diri memakai Batik Petule, masyarakat turut berperan aktif melestarikan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif daerah,” tutupnya. (NVS)

