RELUNG.ID — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan mulai memetakan potensi kerawanan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Empat Lawang usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Meski begitu, Bawaslu belum mengungkapkan secara rinci daerah-daerah yang dianggap rawan dalam pelaksanaan PSU tersebut.
Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya telah meminta Bawaslu Empat Lawang untuk segera memetakan tingkat kerawanan di wilayah itu menjelang pelaksanaan PSU.
“Saat ini masih dalam tahap pemetaan tingkat kerawanan oleh Bawaslu Empat Lawang. Nanti akan kami sampaikan hasilnya setelah selesai,” ujar Kurniawan saat dikonfirmasi, Minggu (2/3/2025).
Meski belum menyebutkan secara spesifik potensi kerawanan yang mungkin terjadi, Kurniawan memastikan bahwa semua permasalahan terkait PSU akan dibahas melalui rapat koordinasi antara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, dan pihak kepolisian.
“Segala potensi kerawanan akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama KPU dan kepolisian. Ini langkah penting untuk memastikan PSU berjalan lancar dan aman,” katanya.
Dalam hal pengawasan PSU, Bawaslu Sumsel masih dalam tahap persiapan penyusunan anggaran dan menunggu petunjuk teknis terkait pengaktifan kembali pengawas adhoc.
“Persiapan anggaran sedang kami susun, termasuk menunggu petunjuk teknis dari KPU. Kami juga masih menantikan timeline resmi untuk pelaksanaan PSU ini,” ungkap Kurniawan.
Putusan MK mengharuskan PSU di Empat Lawang hanya diikuti dua pasangan calon, yaitu Joncik Muhammad-Arifa’i dan Budi Antoni Aljufri-Henny Verawati. Sebelumnya, Budi Antoni sempat dianulir karena dinilai sudah dua periode menjabat sebagai bupati. Namun, MK akhirnya memperbolehkan pasangan tersebut kembali bertarung dalam PSU.
Pada pemungutan suara 27 November 2024 lalu, pasangan Joncik-Arifa’i sempat menang melawan kotak kosong. Namun, karena gugatan Budi Antoni dikabulkan MK, KPU Empat Lawang belum bisa menetapkan Joncik-Arifa’i sebagai kepala daerah terpilih, sehingga PSU menjadi langkah akhir untuk menentukan pemimpin Kabupaten Empat Lawang.
Dengan ketatnya persaingan dan dinamika politik di wilayah tersebut, PSU Empat Lawang diprediksi bakal berlangsung panas. Bawaslu Sumsel pun berkomitmen memastikan jalannya pemungutan suara berjalan jujur, adil, dan bebas dari pelanggaran.[THQ]

