RELUNG.ID – Warga di Kabupaten OKU, khususnya Kota Baturaja mengeluhkan kualitas air dari PDAM Tirta Raja OKU yang kian menurun.
Padahal, para warga sudah setiap bulan membayar iuran untuk mendapatkan air bersih, namun tidak sesuai ekspektasi.
Baca Juga: 10 Aparat di Haiti Dibunuh Geng Bersenjata, Polisi Minta Pemerintah Bertanggung Jawab!
Salah seorang warga Baturaja, Zon (40) mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, dirinya harus mengeluarkan biaya tambahan, seperti membeli air galon untuk memasak dan minum. Karena tidak memungkinkan untuk menggunakan air dari PDAM Tirta Raja ini.
“Airnya itu kotor dan tidak layak dipakai, seperti air di sawah,” katanya penghuni kontrakan di Jalan Karang Anyar, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja, OKU ini, Jumat kemarin (28/1).
Baca Juga: Heboh Pesan Berantai Penculikan Anak di SDN 239 Palembang, Polisi: Itu Hoax!
Dilain tempat, keluhan ini juga disampaikan oleh Warga Pancur, Baturaja, OKU, Roni (30). Dia mengaku, sepengetahuannya, PDAM memiliki anggaran untuk menjernihkan air di bak penampungan sebelum di distribusikan ke pelanggan.
Namun, air yang didistribusikan PDAM Tirta Raja OKU ini tetap keruh, kuning, dan berlumpur. “Ini tentunya tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum,” katanya.
Sebagai pelanggan, dia pun merasa dirugikan, apalagi setiap bulannya telah membayar iuran air bersih. “Kami harap ada peningkatan kualitas air, karena kalau begini kami dirugikan,” tegasnya.
Baca Juga: Google Bakal Hadirkan Fitur Baru Penguncian Tab Penyamaran untuk di Chrome untuk Android
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Tirta Raja, OKU, Abi KUsno mengaku, keruhnya air diakibatkan debit air sungai ogan tengah mengalami kenaikan. Sehingga, adanya lumpur yang masuk ke pipa penampungan air bersih. Saat ini, pihaknya telah bekerja semaksimal mungkin dengan melakukan pengurasan bak penampungan air di seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Tirta Raja.
“Pengurasai ini dilakukan secara bertahap dengan harapan distribusi air ke pelanggan dapat kembali jernih,” pungkasnya .

