RELUNG.ID – Aksi bunuh diri di Kota Lubuklinggau kian marak, tercatat belum sampai seminggu setidaknya ada tiga warga yang ditemukan meninggal bunuh diri.
Dua diantaranya meninggal karena gantung diri, dan yang terbaru seorang mahasiswa asal Lubuklinggau meninggal diduga bunuh diri di Jambi.
Hal ini diakui oleh Kapolres Lubuklinggau, AKBP Bobby Kusumawardana, Rabu kemarin (17/7).
Dia mengatakan, pihaknya tidak henti untuk menyampaikan pemberitahuan dan imbauan kepada masyarakat, sebab dalam hidup bermasyarakat harus saling mengingatkan.
Pihaknya juga akan mendata lebih dulu di wilayah atau kelurahan melalui Kamtibmas.
“Intinya permasalahan-permasalahan yang ada di Kelurahan-kelurahan dan Kecamatan itu, kita harus identifikasi dulu. Kalau ada permasalahan disana, kita identifikasi,” katanya.
Identifikasi ini dilakukan bersama stakeholder guna mencari akar permasalahan dan mencari solusinya.
Seperti kasus gantung diri yang terjadi dua hari lalu di Lubuklinggau. Hal itu terjadi karena mengambil motor dan tidak bisa membayar hingga akhirnya ditagih dan membuat korban frustasi.
“Jadi tidak bisa membayar, akhirnya ditagih, dia frustasi dan kreditnya tidak atas nama dia tapi atas nama istrinya atau orang lain,” terangnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Lubuklinggau, Trisko Defriansa menambahklan, pihaknya akan memulai kembali kegiatan Safari Jumat Keliling sekaligus mengimbau ke tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat.
“Mungkin melalui keagamaan akan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Supaya tingkat kejadian kasus ini bisa ditekan melalui pemahaman-pemahaman keagamaan. Artinya, apapun agamanya yang namanya bunuh diri itu tidak dibenarkan oleh agama,” singkatnya. (ANS)

