RELUNG.ID – Kabupaten Empat Lawang hingga kini belum menemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah merebak di berbagai daerah. Meski demikian, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian mengimbau peternak untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan ternak mereka.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, menegaskan bahwa wilayah ini masih terbebas dari indikasi PMK. Namun, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi sejak dini untuk mencegah potensi penularan penyakit tersebut.
“Sampai sekarang belum ditemukan indikasi PMK di Empat Lawang. Kami sudah bergerak dengan membentuk tim satgas pencegahan dan penanganan PMK,” ujarnya, Jumat (17/1).
Langkah konkret yang diambil oleh tim tersebut antara lain melakukan sosialisasi kepada peternak mengenai bahaya PMK, cara pencegahan, serta gejala yang perlu diwaspadai. Selain itu, pemeriksaan ketat dilakukan terhadap hewan ternak yang masuk ke wilayah Empat Lawang untuk memastikan kesehatannya.
“Kualitas ternak akan diperiksa secara menyeluruh, baik sapi maupun hewan lainnya. Kami juga memberikan edukasi kepada petani dan peternak agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan ternak,” tambah Hendra.
Hendra juga mengimbau peternak untuk segera mengobati hewan yang menunjukkan gejala seperti demam, kehilangan nafsu makan, dan produksi air liur berlebih. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk memastikan penyakit tersebut tidak menyebar ke wilayah Empat Lawang.
Ia meminta masyarakat, terutama pembeli hewan ternak, untuk tidak tergiur harga murah tanpa memastikan kesehatan hewan tersebut. Menurutnya, meski daging dari hewan yang terinfeksi PMK tetap aman dikonsumsi, dampak penyakit ini terhadap populasi hewan ternak dapat sangat signifikan, terutama pada hewan muda.
“Penularannya sangat cepat, terutama pada hewan muda. Maka penting bagi semua pihak untuk waspada dan memastikan kondisi hewan sehat,” tegasnya. (SLM)

