RELUNG.ID – Pembangunan kantor Lurah Gunung Ibu yang menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Prabumulih sebesar Rp690.961.000 kini disorot warga.
Pasalnya, pembangunan yang menelan dana ratusan juta ini berada di lokasi yang cukup jauh dari jalan utama Lingka Prabumulih dan berada di dalam kebun karet milik warga.
Tak hanya itu, akses jalan ke lokasi ini pun rusak dan berdebu sejauh satu kilometer, serta belum dialiri listrik.
Salah satu warga Kelurahan Gunung Ibul, Satri mempertanyakan penetapan lokasi pembangunan kantor Lurah Gunung Ibul tersebut.
Karena menurutnya, lokasi pembangunan ini kurang strategis. Selain itu, akses jalan masih tanah merah.
“Lokasinya cukup jauh dari jalan utama Lingkar Prabumulih. Serta, jalannya juga masih tanah merah,” katanya.
Dia mengaku tidak mengetahui banyak tentang proyek yang ada dalam kebun karet ini. Namun, pengerjaannya kini tengah dilakukan padahal akses jalan masih tanah merah.
“Infrastruktur lainnya seperti aliran listrik juga belum ada,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Prabumulih Timur, Jhoni Panhar menyebutkan, lokasi proyek pembangunan Kantor Lurah Gunung Ibul Timur ini merupakan hasil hibah masyarakat. Sehingga, lokasinya berada di tengah perkebunan karet.
“Lokasi proyek pembangunan kantor Lurah Gunung Ibul Timur ini karena tanah itu hibah dari masyarakat sekitar,” katanya.
Untuk akses jalan, dia mengakui memang saat ini masih tanah merah. Namun, nantinya akan diperbaiki secara bertahap. “Mudah-mudahan akses jalan akan segera menyusul untuk dilakukan pembangunan,” pungkasnya. (SMP)

