RELUNG.ID – BMKG memprakirakan fenomena El Nino akan bertahan hingga Februari 2024 mendatang.
Fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif ini memicu terjadinya kekeringan di Indonesia.
Karena itu, BMKG meminta agar tetap waspada dan mengantisipasi terhadap dampak negatif yang terjadi.
Baca Juga: Adidas Luncurkan Sepatu Sepakbola Bertema Bugatti, Hanya Diproduksi 99 Pasang
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, kelanjutan dari kekeringan tersebut mempengaruhi sejumlah sektor di antaranya pertanian, sumber daya air, kehutanan, perdagangan, energi, dan kesehatan.
Untuk itu kata, Dwikorita, pemerintah di seluruh level diharapkan segera mengambil langkah mitigasi dan antisipasi terhadap dampak negatif yang terjadi.
“Hingga Oktober dasarian II, 2023, El Nino moderate (+1.719) dan IOD positif (+2.014) masih bertahan,” kata Dwikorita dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/11).
Baca Juga: Jarang Diketahui Orang, Ini 5 Manfaat Kopi Sebelum Olahraga
BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia memprediksi El Nino terus bertahan pada level moderat hingga periode Desember 2023-Januari-Februari 2024, sementara IOD Positif akan terus bertahan hingga akhir tahun 2023.
Dia menambahkan, berberapa sektor akan sangat terpengaruh dari siklus El Nino khususnya pertanian.
Dimana, produksi tanaman pangan terancam mengalami penurunan akibat terganggunya siklus masa tanam, gagal panen, kurangnya ketahanan jenis tanaman atau penyebaran hama yang aktif pada kondisi kering.
Baca Juga: Ini 4 Zodiak Paling Sakit Hati Kehilangan Teman
Tak hanya itu, sumber daya air juga terancam berkurang hingga menybabkan rawannya Karhutla.
“Bagi daerah yang mengalami karhutla, kondisi ini juga dapat berakibat pada polusi udara dan memicu terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” pungkasnya.

