RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memonitoring partikel berukuran 2.5 mikron atau PM2.5.
Monitoring ini dilakukan di berbatasan dua titik yaitu di Musi Dua dan Talang Betutu, Palembang.
Dari hasil monitoring tersebut diketahui kualitas udara di Palembang telah berada di atas ambang batas.
Baca Juga: Tak Usah ke Bengkel! Ini 3 Trik Hilangkan Baret Cat Mobil
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang, Wandayantolis mengatakan, dari hasil monitoring lima hari terakhir, nilai PM 2.5 di Palembang rata-rata telah diatas ambang batas.
“Nilai ambang batas ini sehat itu 55 mikron. Sedangkan, rata-rata di Palembang 70 ugram/m3 sampai 90 ugram/m3,” katanya.
Dari monitoring sejak beberapa hari terakhir, kualitas udara semakin memburuk pada dini hari atau sekitar pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB.
Baca Juga: SUV Terbaru Toyota Bakal Dirilis, Bergaya Rolls Royce!
Namun, mengalami penurunan pada siang hari. Meski demikian, ISPU masih tetap berada pada level tidak sehat.
Buruknya kualitas udara ini juga dapat dilihat secara visul. Dimana udara berkabut asap. Hal ini dikarenakan udara sudah tercemar residu pembakaran, dan debu.
Menurutnya, memang ini umum terjadi di musim kemarau. Namun, dikarenakan kondisi El Nino meningkat, sedangkan musim hujan datang terlambat, hal ini akan berdampak hingga awal Oktober mendatang.
Baca Juga: Ini 3 Kelemahan Honda CR-V Gen 3, Walapun Masih Bisa Diperbaiki
“Kondisi ini akan rentan terhadap bayi, balita, anak-anak dan lansia. Jadi harus waspada,” katanya.
Dia mengimbau untuk mengurangi aktivitas diluar atau membekali diri dengan masker jika harus beraktivitas di luar ruangan. Karena menurutnya, musim hujan baru akan datang di Oktober mendatang.
“Itu pun masih musim hujannya belum merata dan belum dapat menekan kekeringan yang terjadi saat ini,” pungkasnya.

