RELUNG.ID — Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan peringatan kepada masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan angin kencang dan puting beliung selama musim pancaroba yang diprakirakan terjadi antara bulan April dan Mei.
Kepala Stasiun Klimatologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, menekankan bahwa meskipun potensi angin tornado di wilayah Sumsel tidak begitu signifikan, namun perlu diwaspadai kemungkinan munculnya angin kencang dalam durasi singkat dan sambaran petir.
“Kemunculan angin kencang dan puting beliung di wilayah Sumsel akan intensif kembali ketika memasuki musim pancaroba antara bulan April-Mei,” jelasnya, Senin (26/2).
BMKG juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah Sumsel untuk tetap waspada selama periode musim hujan dengan karakteristik hujan yang bervariasi.
Selain itu, curah hujan diprakirakan akan mengalami penurunan sedikit pada periode dasarian III Februari 2024, namun diperkirakan akan meningkat kembali di bulan Maret 2024.
Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi dampak yang timbul selama periode musim hujan, seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta menjaga sanitasi lingkungan sekitar.
Siswanto juga menegaskan bahwa wilayah Sumsel yang memiliki potensi peningkatan curah hujan pada bulan Maret 2024 berpotensi terjadi di sebagian Lahat Bagian Barat Daya, Empat Lawang, sebagian kecil Musi Banyuasin bagian Timur Laut, Banyuasin Bagian Utara, dan wilayah OKI.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan gerakan tanah longsor, khususnya di daerah dataran tinggi dengan kemiringan terjal dan di dukung oleh formasi batuan yang tidak kompak.
“Khusus wilayah Palembang sekitarnya yang berada di sepanjang bantaran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan air pasang pada fase bulan penuh yang terdapat faktor curah hujan,” tambahnya.
Dengan kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko dan dampak negatif yang mungkin terjadi selama periode musim pancaroba dan hujan ini. [RG]

