RELUNG.ID — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, menyatakan bahwa persiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel terus dilakukan dengan memeriksa kesiapsiagaan perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Pemeriksaan ini melibatkan berbagai instansi multi-sektoral seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi (DLHP), BPBD, hingga Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel.
“Semua perusahaan akan diperiksa mulai dari peralatan hingga personel,” ungkap Iqbal pada Kamis (21/3/2024).
Iqbal menjelaskan bahwa dalam penanganan karhutla tahun 2024, BPBD Sumsel akan memprioritaskan empat wilayah yang rawan terjadi karhutla, yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, dan Ogan Ilir.
“Kami juga akan mengecek tingkat kepatuhan terhadap 53 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Iqbal menyatakan bahwa BPBD Sumsel akan mendirikan posko bersama dengan TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni di titik-titik rawan karhutla di Sumsel. Hal ini dilakukan untuk memastikan tim bisa segera turun melakukan pemadaman apabila terjadi kebakaran.
“Selain itu, Pemerintah Provinsi juga meminta agar embung-embung yang ada di perusahaan tetap dijaga agar dapat digunakan saat terjadi kebakaran. Sumber air ini akan digunakan oleh tim darat dan udara untuk memadamkan api dengan cepat,” jelasnya.[RG]

