RELUNG.ID – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbagsel menyelenggarakan kegiatan sarasehan dengan tema “Kolaborasi Bersama Wujudkan Industri dan Kesejahteraan Pekerja melalui Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.” Kegiatan yang berlangsung di Palembang ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, pengusaha melalui APINDO, serta para pimpinan serikat pekerja dan serikat buruh se-Sumatera Selatan.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan perlindungan bagi seluruh pekerja, baik di sektor formal maupun informal. Ia mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pekerja yang terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan di Sumatera Selatan baru mencapai 1.012.000 jiwa atau sekitar 25,13% dari total populasi pekerja.
“Pemerintah memberikan mandat kepada pemerintah daerah sumsel dan BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi pekerja sebanyak 45,84% atau sekitar 1.897.000 pekerja pada Desember 2026 mendatang. Artinya, masih ada gap sekitar 885.000 pekerja yang harus segera kita lindungi bersama melalui kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah, serikat pekerja, dan pengusaha,” ujar Muhyidin.
Lebih lanjut, Muhyidin menjelaskan strategi BPJS Ketenagakerjaan ke depan akan berfokus pada ekosistem desa, ekosistem pasar, serta sektor Usaha Kecil dan Mikro (UKM). Ia juga mendorong perusahaan skala besar untuk patuh dalam melaporkan upah yang sebenarnya, jumlah tenaga kerja, serta mengikuti seluruh program jaminan sosial agar manfaat seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dapat dirasakan secara paripurna oleh pekerja.
Selain perlindungan dasar, BPJS Ketenagakerjaan juga mensosialisasikan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa fasilitas pembiayaan perumahan bagi pekerja. Program ini mencakup Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) maksimal Rp50 juta, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga Rp500 juta, dan Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) hingga Rp200 juta.
Muhyidin juga menghimbau pekerja untuk memanfaatkan aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) guna mempermudah klaim dan menghindari praktik calo yang merugikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan ,Indra Bangsawan, memberikan apresiasi atas inisiatif BPJS Ketenagakerjaan dalam menciptakan ruang dialog ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para buruh atas perayaan May Day 2026 yang berlangsung kondusif di Sumatera Selatan.
“Pekerja merupakan aset utama pembangunan bangsa. Kemajuan industri tidak akan terwujud tanpa dedikasi mereka. Kami berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi pekerja, sebagaimana tuntutan para buruh yang telah ditandatangani oleh Bapak Gubernur Sumsel dan langsung kami sampaikan ke Kementerian Ketenagakerjaan serta DPR RI di Jakarta,” tegasnya.
Pada kegiatan tersebut juga diberikan secara simbolis penyerahan manfaat santunan kecelakaan kerja sebesar 391jt kepada ahli waris yang terdiri dari santunan meninggal kecelakaan kerja 209jt, manfaat jht 2,5jt, manfaat jp pertahun 4,9jt dan manfaat beasiswa sebesar 174jt.
Kegiatan sarasehan ini diharapkan dapat melahirkan gagasan dan komitmen kuat untuk memperkuat perlindungan jaminan sosial, sehingga tercipta iklim hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan demi kemajuan dunia usaha di Provinsi Sumatera Selatan.[THQ]

