RELUNG.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan melaporkan perkembangan harga komoditas barang dan jasa di wilayah ini pada Februari 2025 menunjukkan tren penurunan. Sumsel tercatat mengalami deflasi sebesar 0,41% secara month to month (mtm) dibandingkan Januari 2025 yang mencatat deflasi 0,36%.
Sementara secara year on year (yoy), inflasi Sumsel tercatat sebesar 0,49%, turun dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 0,92%. “Inflasi tahunan ini melambat, menunjukkan adanya penurunan tekanan harga di Sumsel,” ujar Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, dalam rilis berita statistik, Senin (3/3/2025).
Wahyu mengungkapkan bahwa secara tahunan, delapan kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga, sementara tiga kelompok lainnya mencatat penurunan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil 0,84%.
“Komoditas pendorong inflasi tahunan di antaranya emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai rawit, dan sigaret kretek mesin,” jelas Wahyu.
Namun, di sisi bulanan, deflasi Sumsel disebabkan oleh penurunan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan kontribusi deflasi sebesar 0,46%. Diskon tarif listrik yang berlangsung hingga Februari menjadi salah satu faktor utama penurunan indeks harga ini.
“Selain tarif listrik, komoditas seperti cabai merah, daging ayam ras, tomat, dan bawang merah juga menjadi penyumbang deflasi pada Februari 2025,” tambahnya.
Dari sisi wilayah, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat tingkat inflasi tahunan tertinggi di Sumsel sebesar 1,25%, sedangkan Kota Lubuk Linggau menjadi yang terendah dengan inflasi 0,16%.
“Komoditas seperti emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, angkutan udara, dan bensin menjadi penyumbang inflasi terbesar di hampir seluruh kabupaten/kota. Sementara itu, tarif listrik, cabai merah, daging ayam ras, tomat, dan bawang merah menjadi faktor utama yang menekan inflasi atau mendorong deflasi,” pungkas Wahyu.
Dengan tren deflasi yang lebih dalam ini, diharapkan harga-harga komoditas di Sumsel tetap stabil dan memberikan dampak positif pada daya beli masyarakat.[THQ]

