RELUNG.ID – Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di tahun 2022 belum menunjukkan hasil yang maksimal. Justru angka kemiskinan ekstrem di Sumsel tahun 2022 mengalami peningkatan.
Hal ini diakui oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Zulkipli, Kamis (12/1).
Baca Juga: Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi Smartphone Honor X9a
Dia mengatakan, meningkatnya angka kemiskinan ekstrem ini lantaran ada penduduk yang pendapatannya di bawah garis kemiskinan yang masih tertekan dengan kondisi pandemi dan mereka belum dapat keluar dari area tersebut.
“Sebelumnya angka kemiskinan Sumsel menunjukkan tren menurun di periode Maret 2022 yaitu sebesar 11,90 persen. Tapi di dalam angka kemiskinan itu ada pengelompokan menjadi miskin biasa dan miskin ekstrem,” terangnya.
Penduduk yang masuk kategori miskin ekstrem ini hanya memiliki pendapatan sebesar 1,9 USD Power Parity (PPP), yang mana jika dihitung dengan mata uang rupiah, maka pendapatan penduduk miskin ekstrem itu setara dengan Rp22 ribu perhari.
Baca Juga: Satu Rumah di Muba Ambruk dan Empat lainnya Rusak Berat Usai Dihantam Longsor
Menurut Zulkipli, penduduk miskin ekstrem itu berpeluang untuk keluar dari kategori itu jika ada pemerintah mendukung lewat program pengentasan kemiskinan. “Bisa saja dia bertahan [di kemiskinan ekstrem] kalau tidak ada program yang massif, tetapi kalau ada program yang bagus, dia bisa keluar kok,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan peningkatan angka kemiskinan ekstrem di Sumsel ini fluktuatif. “Intinya bingkai angka kemiskinan itu di BPS, kalau untuk ekstrem itu fluktuatif,” pungkasnya.

