Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»BRIN Ajak Generasi Muda Membuat Konten Digital untuk Dukung Pengayaan Akuisisi Pengetahuan Lokal
Lifestyle

BRIN Ajak Generasi Muda Membuat Konten Digital untuk Dukung Pengayaan Akuisisi Pengetahuan Lokal

alwiBy alwi01/10/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kegiatan Masyarakat Bertanya BRIN Menjawab (MBBM) yang menjadi salah satu program dari Rangkaian Berbakti untuk Negeri oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali digelar di Bandung Barat, Jumat (30/09). Kali ini membahas topik literasi digital untuk mahasiswa, pelajar, dan pemuda karang taruna di wilayah Bandung Barat.

Plt Direktur Repositori, Multi Media, dan Penerbitan Ilmiah (RMPI) BRIN, Ayom Widipaminto, membuka sambutan dengan menyampaikan pengertian tentang pengetahuan Lokal. Ia mengatakan, pengetahuan lokal adalah pemahaman keterampilan dan filosofi yang dimiliki oleh masyarakat tertentu yang mengandung ilmu pengetahuan dan teknologi, pengetahuan tradisional, dan/atau kearifan lokal. Bentuknya berupa buku, multimedia, audio visual. Istilah pengetahuan lokal, ia ungkapkan sebagai kata kunci penyampaian materi pelatihan.

Konsep pengayaan materi literasi digital pada kegiatan ini berfokus pada empat pilar literasi digital, yaitu digital skill, digital ethics, digital safety, dan digital culture. Sedangkan dua materi secara khusus diberikan kepada peserta yaitu pelatihan membuat konsep audiovisual berbasis smart phone dan pendalaman wawasan tentang etika digital.

Ayom menjelaskan, BRIN memiliki program Akuisisi Pengetahuan Lokal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk mengirimkan konten informasi untuk dijadikan media informasi ilmu pengetahuan. Media ini yang kemudian dapat diakses oleh masyarakat secara gratis. Oleh karena itu, ia memotivasi peserta yang hadir agar berpartisipasi di dalam memajukan program akusisi pengetahuan lokal BRIN dengan sajian konten – konten lokal yang semakin kaya dan beragam jenisnya.

“Selaku pemerintah, BRIN ingin meningkatkan peran agar kekayaan pengetahuan lokal terutama kekayaan tradisional Indonesia tetap terpelihara,” ucapnya. Untuk memanfaatkan tersebut, ia membuka peluang kepada para peserta agar ikut berkontribusi mengirimkan konten audio visual yang mereka hasilkan ke BRIN. “Saya yakin, para generasi milenial sudah sangat ahli di dalam membuat sebuat konten audio visual. Jika dikirim ke BRIN, akan semakin menambah dokumentasi pengetahuan lokal, manfaat lainnya para pemilik konten bisa memperoleh insentif,” ujarnya memberi saran.

H Acep Hud Solahudin, selaku tokoh masyarakat yang hadir, mengaku sangat bersemangat dengan program BRIN tersebut. Ia berharap, dengan peserta mengikuti bimtek, tidak hanya mendapatkan pengetahuan saja, namun juga lebih meningkatkan level pengetahuan dan pemahamannya, terutama mempraktikkan ilmu yang dibagi BRIN dalam pelatihan tersebut. Ia menyadari, di era globalisasi ini, terdapat banyak kesenjangan baik di bidang ekonomi maupun literasi.

Sementara Diah Nurwitasari, Anggota Komisi VII DPR RI sangat mendukung pengayaan literasi digital oleh BRIN. “Kondisinya saat ini, Sebagian besar masyarakat sudah malas membaca buku. Kita lihat saja perbedaannya di toko buku. Ketersediaan buku Ilmiah sudah semakin sedikit. Dengan adanya saluran media informasi digital pun, orang – orang juga sudah malas membaca isi berita. Mereka hanya membaca judul tanpa mendalami isi berita,” ungkapnya.

Apalagi saat ini, tren masyarakat Indonesia yang suka bergosip. “Judul yang sangat memancing opini dengan mudahnya disebarluaskan. Ini potensi masalah! Makanya banyak orang yang terjerat UU ITE lantaran asal menyebarkan informasi yang tidak jelas,” imbuhnya.

Diah mengungkapkan, Era digital menjadi pengaruh yang luar biasa bagi kehidupan. “Kita harus bisa memanfaatkan program BRIN, bagaimana memunculkan produk – produk digital tentang kearifan lokal dan penelitian. Hari ini peserta diberi wawasan pengetahuan bagaimana mengemas produk audiovisual melalui telpon seluler.

BRIN akan membekali kita, bagaimana konten – konten positif disebarluaskan dan menjadi informasi yang baik dan layak sebagai suatu pengetahuan lokal. Apalagi, para pengirim konten diberikan kompensasi terhadap karya – karyanya. Ini peluang besar yang sangat memotivasi kita untuk lebih semangat lagi di dalam membuat konten digital secara baik,” ujarnya.

Kecerdasan, menurut Diah, menjadi tidak berguna jika tidak mengandung nilai positif. Untuk itu, ia berpendapat ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikawal dengan baik, agar masyarakat bisa mendorong kebijakan pemerintah dengan program – program yang bermanfaat. Menurutnya, era digital membantu memahami ide dengan bantuan sarana digital. Maka, ia menyarankan agar para mahasiswa dan pelajar dapat memberikan sumbangsih negara dengan keahlian – keahliannya, khususnya di dalam menyampaikan informasi yang positif di area publik.

Arief S. Hermawan dari Direktorat RMPI, dalam pelatihan, mengajak peserta melakukan praktik pembuatan materi audio visual menggunakan smart phone. Beberapa peserta dilibatkan dalam proses produksi video mulai dari pra produksi, produksi, paska produksi, dan distribusi. Arief menyarankan, agar peserta bisa membuat peralatan yang sederhana, murah, dan mudah dicari.

Menurutnya, di era digitalisasi saat ini, telpon seluler sudah dilengkapi dengan kamera canggih untuk menangkap momentum yang ada di sekitar. Berbagai aplikasi yang gratis dan mudah digunakan juga sudah banyak ditawarkan di berbagai media. Di dalam teknis pengambilan gambar, Arief memberikan trik atau strategi yang menarik di dalam menggunakan kamera. “Kita harus paham bagaimana mengatur kamera dari mulai resolusi, mengatur jumlah gambar beruntun dalam satu waktu, mengenali tipe shot, angle kamera, serta mengatur gerakan kamera,” sarannya.

Mendetailkan sambutan Ayom, Arief menjelaskan program Akusisi Pengetahauan lokal yang dilaksanakan di direktoratnya. Konten tersebut diperoleh dari dokumentasi berbagai konten pengetahuan lokal serta hasil litbangjirap (penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan) dalam bentuk buku dan/atau audiovisual. Tujuannya agar dapat diakses dan dimanfaatkan secara terbuka dan gratis oleh masyarakat melalui kanal publik yang dikelola BRIN.

Ruang lingkupnya meliputi pengetahuan lokal, pelestarian kebudayaan, SDA, litbangjirap, pemanfaatan. Untuk lebih menyemangati peserta, Arief mempromosikan program tersebut tentang

persyaratan untuk mengisi konten pengetahuan lokal yaitu pengusul, kategori dan jenis, persyaratan, ketentuan hak cipta, sampai ke penilaian.

Di akhir pelatihan, materi disampaikan Rusman Nurjaman, Peneliti Pusat Riset Masyarakat dan Budaya. Ia menyampaikan tentang etika digital sebagai pilar literasi digital. Dalam paparannya, Rusman menjelaskan penggunaan teknologi digital untuk pendidikan. Ia membuka wacana peserta tentang informasi Indeks Keadaban Digital yang menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-29 dari 32 negara yang disurvei. Penilaian tersebut diukur dalam indeks, yaitu jumlah hoaks, penipuan (scam), fraud, perundungan, berita bohong, pelecehan, diskriminasi, dan sebagainya.

Rusman menyarankan, agar di dalam menggunakan media sosial harus dengan prinsip etika yang baik dan benar. “Manfaatkanlah teknologi digital secara optimal untuk kemajuan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, dengan tetap menjunjung prinsip-prinsip etika, sebagaimana dalam kehidupan nyata,” tegasnya.

Menurutnya, di era digital ini, tidak ada perbedaan antara dunia maya dan dunia nyata karena kita berinteraksi dengan sesama manusia. Dalam ruang digital, setiap individu akan berinteraksi dengan berbagai individu atau kelompok dari latar belakang sosial dan budaya yang berbeda. Hal ini yang menjadi potensi memungkinkan adaya aktivitas yang bisa memunculkan masalah etika.

Sehubungan dengan hal tersebut, Rusman menjelaskan prinsip-prinsip etika untuk mengatur perilaku seseorang dalam melakukan aktivitas menggunakan media digital. Prinsip tersebut untuk membantu seseorang dalam membuat pilihan-pilihan tindakan yang benar dan sadar. “ Kita harus berorientasi pada penciptaan yang diistilahkan dengan daya tahan digital. Alasannya agar masyarakat memiliki kemampuan untuk memperoleh manfaat positif dari kehadiran media digital,” imbuhnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRekrut SDM Unggul Bidang IT, BRI Gencarkan Program BFLP IT
Next Article Dalam Seminggu, Korea Utara Ujicoba Rudal Balistik Ke-4
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,973 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,844 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,817 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?