RELUNG.ID – Seorang buruh penggilingan padi, Jumadi alias Sodrom (38) ditemukan tewas tergantung di teras pabrik penggilingan padi, Jumat (10/2).
Penemuan mayat Jumadi ini pertama kali oleh seorang tukang bangunan, Turisman (40).
Saat itu, Turisman tengah memasang keramik makam di sampiing pabrik penggilingan padi di Desa Pers Bumi Rahayu Mukti, Kecamatan Buay Madang Timur, OKU Timur, Sumsel.
“Saya melihat korban ini sudah tergantung, jadi saya panggil saksi Triyanto untuk mengecek keadaan korban,” kata Turisman.
Baca Juga: Dirancang oleh Nuvia, Chipset Snapdragon 8cx gen 4 Diprediksi Siap Bersaing dengan Apple
Saat ditemukan, korban ini menggunakan tali tambang warna biru yang diikatkan pada blandar teras pabrik. Tak lama berselang, warga pun ramai berdatangan dan melaporkan kejadian ini ke perangkat desa setempat serta menghubungi Polsek Buay Madang Timur.
“Saat diturunkan dan diperiksa oleh petugas kepolisian, korban memang sudah meninggal dunia,” katanya.
Pemilik pabrik penggilingan padi, Febri Kapolo (43) menambahkan, korban memang selama ini tinggal di pabrik sendirian. Bahkan, sejak Juli 2022 lalu. “Korban tidak memiliki keluarga,” kata warga Desa Sidodadi BK 9, Kecamatan Belitang ini.
Sementara itu, Kapolsek Buay Madang Timur, Iptu Alimin membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki yang tewas gantung diri di TKP. Dari hasil pemeriksaan luar oleh bidan desa setempat, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan ditemukan sperma di kemaluan korban.
“Jadi diduga kuat korban meninggal karena gantung diri,” katanya.
Baca Juga: Wow! NCT Dream Puncaki Trending Satu Musik di Youtube Lewat Single ‘Best Friend Ever’
Pihaknya pun telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, dan diduga motif korban ini karena depresi permasalahan keluarga. “Pihak pemilik pabrik tempat korban tinggal tidak bersedia dilakukan otopsi dengan dituangkan dalam surat pernyataan,” terangnya.
Dari kejadian tersebut, polisi menyita barang bukti seutas tali tambang warna biru sepanjang 4 meter, baju kaos warna coklat yang diikatkan di leher korban untuk lapisan tali tambang, sandal jepit dan satu unit Hp Oppo F1.
“Jasad korban diurus oleh pemilik pabrik dan perangkat desa untuk dimakamkan di TPU setempat,” pungkasnya.
