RELUNG.ID – Produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, diproyeksikan akan memperoleh sekitar 20 persen dari total penjualannya pada 2025 melalui ekspor.
Perkiraan ini disampaikan oleh South China Morning Post, yang menyebutkan bahwa BYD berpotensi mengirimkan antara 800.000 hingga 1 juta unit kendaraan ke luar negeri pada tahun depan.
Angka tersebut sebanding dengan sekitar 20 persen dari proyeksi penjualan global BYD yang diperkirakan mencapai 4,6 juta unit pada 2025.
Namun, estimasi total penjualan ini telah direvisi turun sebesar 16 persen, menyusul perlambatan pertumbuhan tahunan BYD yang tercatat sebagai yang terendah dalam lima tahun terakhir.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh menurunnya permintaan kendaraan listrik di pasar domestik Tiongkok.
Analis menilai pasar luar negeri akan semakin berperan penting dalam menopang pertumbuhan BYD. Hal ini sejalan dengan strategi ekspansi global yang agresif dari perusahaan.
Salah satunya, BYD menargetkan bahwa mulai 2028 setiap mobil yang dijual di Eropa akan diproduksi langsung di benua tersebut.
BYD juga mencatat pencapaian penting dengan mengungguli Tesla di pasar Eropa pada Juli lalu, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan posisinya di pasar global.
Dukungan logistik melalui armada pengangkut mobil milik sendiri menjadi salah satu faktor keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi distribusi internasional.
Sebagai gambaran, pada 2024 lalu ekspor BYD hanya menyumbang kurang dari 10 persen dari total pengiriman, yakni dari sekitar 4,6 juta unit yang terjual.
Dengan lonjakan signifikan yang diperkirakan pada 2025, kontribusi ekspor diharapkan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan BYD di tengah melambatnya pasar kendaraan listrik di dalam negeri. (LWM)

