Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Catat! Ini 7 Gejala Umum Pengidap Diabetes
Lifestyle

Catat! Ini 7 Gejala Umum Pengidap Diabetes

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda16/06/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Bagi kalian yang belum menderita diabetes diwajibkan untuk tahu gejala-gejala umum apa saja pengidap diabetes. Kendati pun gejala pengidap diabetes bervariasi.

Baca Juga: Ini 5 Alasan Kuat Wanita Operasi Pengangkatan Rahim

Dilansir dari Halodoc, 7 gejala awal atau gejala umum pengidap diabetes :

1. Sering Merasa Haus

Kamu sudah minum segelas demi segelas air, tapi masih merasa membutuhkan lebih banyak air. Hal ini karena otot dan jaringan lain di tubuh mengalami dehidrasi.

Ketika kadar gula darah naik, tubuh mencoba menarik cairan dari jaringan lain untuk mengencerkan gula dalam aliran darah. Proses ini bisa menyembuhkan tubuh dari dehidrasi dengan mendorong tubuh untuk minum lebih banyak air.

2. Sering Buang Air Kecil

Minum air yang berlebihan menyebabkan kamu sering buang air kecil. Hal ini bisa membuat kamu minum lebih banyak cairan, yang justru memperparah masalah. Tubuh mungkin mencoba menghilangkan kelebihan gula melalui buang air kecil.

3. Rasa Lapar yang Ekstrem

Setelah makan, kamu mungkin masih merasa lapar. Kondisi ini terjadi karena jaringan tubuh tidak mendapatkan cukup energi dari makanan yang telah kamu konsumsi.

Jika tubuh mengalami resistensi terhadap insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin, gula dari makanan tidak dapat masuk ke dalam jaringan tubuh untuk memberikan energi. Akibatnya, otot dan jaringan lainnya memberikan sinyal rasa lapar agar kamu makan lebih banyak lagi.

Baca Juga: Ini 4 Penyebab Mati Suri dari Sisi Medis

4. Berat Badan Turun Tanpa Sebab

Seseorang mungkin makan dengan normal dan terus-menerus merasa lapar, namun berat badan justru terus menurun. Kondisi ini bisa terjadi pada diabetes tipe 2. Jika tubuh tidak mendapatkan cukup energi dari makanan yang kamu konsumsi, itu akan memecah sumber energi lain yang tersedia dalam tubuh.

Hal ini termasuk simpanan lemak dan protein tubuh. Akibatnya, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas pun terjadi.

5. Kelelahan

Diabetes dapat menyebabkan kelelahan karena gangguan dalam penggunaan glukosa sebagai sumber energi oleh tubuh. Terutama pada diabetes tipe 2, tubuh mungkin mengalami resistensi terhadap insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin.

Kondisi ini menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke sel-sel tubuh dengan efisien. Ketika sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan glukosa dengan baik, tubuh akan mengalami kekurangan energi. Akibatnya, pengidap kondisi ini sering merasakan kelelahan dan kekurangan stamina.

6. Penglihatan Kabur

Kadar gula darah yang tinggi juga bisa menyebabkan penglihatan kabur. Hal ini karena cairan bisa berpindah ke saluran mata. Ini biasanya hilang setelah kadar gula darah dinormalisasi. Namun, hal ini tidak sama dengan retinopati diabetik, yang terjadi seiring waktu pada orang dengan gula darah tinggi kronis.

7. Infeksi atau Luka yang Lambat Sembuh

Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit, yang mengurangi aliran darah ke ekstremitas. Sirkulasi adalah bagian penting dari proses penyembuhan luka alami tubuh, karena darah mengantarkan oksigen ke luka dan membantu melawan infeksi.

Semoga bermanfaat.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIni 5 Alasan Kuat Wanita Operasi Pengangkatan Rahim
Next Article Hati-hati! Sering Lapar Bisa Menandakan 6 Penyakit Ini
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,946 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,815 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,789 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?