Di tahun 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menargetkan mampu memproduksi jagung hingga 6.223 ton. Hal ini guna mencegah terjadinya inflasi khususnya komoditas pangan.
Demikian diakui Pj Bupati Muara Enim, Kurniawan AP, Selasa kemarin (27/9).
Dia mengatakan untuk mencegah terjadinya inflasi daerah. Maka, pihaknya akan mendorong program ketahanan pangan nasional melibatkan sejumlah sektor diperluas di Bumi Serasan Sekundang. Salah satunya yakni menargetkan produksi jagung di Kabupaten Muara Enim tahun 2022 ini sebesar 6.223 ton pipilan kering, dengan sasaran luas panen 1.440 hektar dan produksi rata-rata 43,2 kwintal perhektar.
“Ini selaras dengan program Gubernur Sumsel yang mencanangkan Sumsel Mandiri Pangan, serta mewujudkan Muara Enim sebagai Kawasan Food Estate lumbung pangan provinsi Sumsel,” katanya.
Dia berharap seluruh pemangku kepentingan, khususnya instansi terkait dan perusahaan yang ada agar berperan aktif dalam mendukung setiap program ketahanan pangan. “Seperti menciptakan akses pasar bagi komoditas jagung dan tanggap terhadap kebutuhan sarana maupun prasarana pengembangan jagung seperti sarana irigasi, peralatan dan mesin pertanian,” pungkasnya.

