RELUNG.ID – Musim panas mulai terjadi di wilayah Sumsel, tak terkecuali di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Karena itu, Pemkab Muba pun mulai bersiaga untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Untuk mencegah terjadinya Karhutla ini, Pemkab Muba mengucurkan dana APBD sebesar Rp10 miliar.
Baca Juga: Kalian Tahu Tidak! Ace dan Luffy Pernah Saling Rekrut jadi Nakama
Pj Bupati Muba, Apriyadi mengatakan, saat ini pihaknya fokus agar Muba tidak menjadi daerah ‘pengeskpor’ asap. Apalagi, tahun ini sudah memasuki musim kemarau kering yang cukup panjang sehingga persiapan, pencegahan dan penanganan harus ekstra.
“Dalam upaya penanganan karhutla kami melibatkan semua pihak, tidak hanya organisasi perangkat daerah saja, melainkan TNI, Polri, Manggala Agni dan sebagainya,” katanya.
Dia berharap, dengan keterlibatan bersama maka tidak terjadi karhutla yang dapat menganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Masakan Sanji Tak Enak Ditolak Baratie, Alasan Sanji Terima Ajakan Luffy jadi Bajak Laut
Apriyadi juga menambahkan, untuk mencegah karhutlah ini, pihaknya juga menyiapkan dana hingga mencapai Rp10 miliar di BPBD Muba. Anggaran pencegahan dan penanganan Karhutla di instansi lain juga sudah dialokasikan.
Anggaran tak hanya untuk persiapan saja, melainkan untuk memback up semua upaya pencegahan dan penanganan di lapangan selama musim kemarau tahun ini.
“Kami sudah persiapkan ratusan personil untuk penanganan karhutla. Lebih dari separuh kekuatan personil kami fokuskan ke daerah rawan satu yakni di Kecamatan Bayung Lencir,” katanya.
Baca Juga: Dari kecil Luffy Sudah Ramalkan Ace akan Mati
Menurutnya, Kecamatan Bayung Lencir merupakan daerah paling rawan karhutla, sebab didominasi lahan gambut. Selain Bayung Lencir, daerah yang berpotensi terjadi karhutla berada di Kecamatan Babat Supat.
“Memang dua kecamatan ini yang memiliki lahan gambut, sehingga akan sangat mudah terbakar dan meluas jika ada titik panas atau percikan api. Sementara kecamatan lain, rata-rata berada di lahan mineral,” pungkasnya.

