RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel terus berupaya untuk menurunkan angka stunting.
kali ini, Pemprov Sumsel melaunching program barunya dalam penanganan stunting.
Program tersebut yaitu Gerakan Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi dan Balita, Kamis (13/7).
Baca Juga: Gorosei Sibuk Mencari Jejak Vivi, Efek Ketakutan Im Sama
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, Gerakan Pamantauan Tumbuh Kembang Bayi dan Balita ini serentak, dengan melibatkan Posyandu tersebar di 17 Kabupaten/kota. Setidaknya ada 6.000 posyandu yang dilibatkan untuk pemantauan tumbuh
“Posyandu ini kita minta untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita,” katanya,
Menurut Herman Deru gerakan tumbuh kembang bayi ini sangat penting, hal tersebut sebagai deteksi awal terhadap anak-anak khususnya di bawah umur 2 tahun untuk memonitor tumbuh kembang anak agar tidak stunting.
Kemudian lanjut Herman Deru tanggungjawab lainnya adalah memberikan pendidikan yang baik selain memberikan asupan makananya yang bergizi.
“Penurunan angka stunting 6,2 persen di Sumsel merupakan prestasi kita bersama, dan belum pernah dicapai sebelumnya oleh Sumsel, kita tidak boleh lengah,” terangnya.
Herman Deru menilai penurunan angka stunting ini tidak lepas upaya dari peran ibu-ibu dan aktivasi Posyandu.
Baca Juga: 3 Kemungkinan Penyebab Garp Mati di Markas Blackbeard
Oleh sebab itu daribya sejak menjabat Gubernur berinisiatif membagikan timbangan ke Posyandu.
“Kenapa saya lakukan hal ini untuk mengaktivasikan Posyandu kita, kemudian akurasi tinggi dan berat badan. Saya apresiasi Posyandu dan ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas upaya penurunan stunting ini,” pungkasnya.

