RELUNG.ID – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru melakukan pengecekan langsung kondisi ruas jalan Sekayu (Kabupaten Muba) – Muara Beliti (Kabupaten Musi Rawas) sepanjang 115 KM yang separuhnya alami kerusakan pada Jumat, (23/12/2025).Â
“Hari ini tiga daerah, pertama tadi saya ke Musi Rawas memastikan ruas jalan Sekayu – Muara Beliti yang 115 KM itu separah apa sih rusaknya,” kata Herman Deru usai melaksanakan kegiatan safari Jumat di Masjid Anniyaturrohimin kota Lubuklinggau.
Ia mengungkapkan, kerusakan ruas jalan tersebut sudah disampaikan langsung masyarkat di media sosial (Medsos) hingga viral, termasuk oleh pengguna jalan.
“Seperti yang diteriakkan oleh para netizen dan pengguna jalan. Ternyata memang parah. Dari 115 KM, hampir separuh rusak, spot-spot,” ujarnya.
Menurut Gubernur, kabar gembiranya, ruas jalan yang rusak tersebut akan segera dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan, kata Gubernur, diawal tahun ini sudah langsung dilaksanakan perbaikan.
“Ini ada berita gembiranya, bukan sekedar sudah dianggarkan, tapi sudah ditenderkan, tinggal menunggu SPK (Surat Perintah Kerja). Bahkan kontrak pun sudah, dan setelah itu langsung pelaksanaan. Mudah-mudahan diawal tahun ini sudah dilapangan, nilainya Rp 170 miliar,” ungkapnya.
Ditambahkan, hal tersebut sudah fix setelah ia memastikannya dengan pihak Kementerian dan Dirjen Bina Marga. “Kemarin saya sudah konkrit kan dengan Kementerian, dengan Dirjen Bina Marga yakni Pak Roy, fix. Termasuk nama kontraktornya beliau sudah sampaikan dari Pusat,” jelasnya.
Namun begitu, Herman Deru juga meminta agar pekerjaan tersebut diawasi. “Kita juga punya kewenangan untuk melancarkan kewenangan untuk mengawasi pekerjaan itu nanti,” timpalnya.
Selain itu Gubernur meminta kepada masyarakat untuk ikut mengawasi dan menyoroti penyebab kerusakan jalan tersebut. “Permohonan saya, jangan teriak rusak saja, penyebab rusaknya siapa? ODOL (over dimensi overloading),” terangnya.
Dimana Gubernur menambahkan, pengecekan yang ia lakukan di ruas jalan tersebut sempat diabadikannya kedalam video. “Tadi saya videokan, jadi mobil-mobil yang KIR-nya cuma 4 ton, muatan 11 ton. Lalu yang harusnya cuma 11 ton, muatannya 20 ton dan yang harusnya 17 ton menjadi 30 ton,” bebernya.
Gubernur berharap agar kondisi tersebut dapat diawasi juga oleh masyarakat. “Ini masyarakat tolong awasi juga, jangan giliran rusak. Kalau anggaran Kabupayen setahun, tidak cukup untuk bangun itu. Jadi Ibu Bupati tidak usah khawatir lagi, kalaupun ada masyarakat bertanya, jawab bahwa ibu Pak Gubernur sudah ke lapangan dan sudah ditenderkan tinggal menunggu pelaksanaan,” katanya.
Sementara itu dalam kunjungan kerjanya ke Kota Lubuklinggau, sebelum safari Jumat, Gubernur menyempatkan untuk meninjau akses Jalan Kenanga II di Lubuklinggau. Ikut mendampingi Wali Kota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat (Yopi Karim) dan Anggota DPR RI Komisi XI Fauzi Amro. (NSR)

