RELUNG.ID – Agam Rinjani, sosok pemandu pendakian andal di Gunung Rinjani, pahlawan evakuasi jenazah wisatawan asing ini menyimpan banyak cerita dihidupnya.
Salah satunya, pernah menjadi orang kaya selama 10 hari. Hal ini terungkap dalam Agam bersama Denny Sumargo di kanal YouTube Curhat Bang yang tayang pada Selasa, (2/7/2025).
Dalam video berdurasi 50 menit lebih itu, Agam mengisahkan masa singkatnya “menyamar” sebagai orang berada dengan mobil mewah dan kamar hotel bertarif puluhan juta rupiah.
“Saya orang gembel dapat uang Rp367 juta,” ujar Agam dengan tawa khasnya yang selalu menyiratkan bahwa hidup tak pernah bisa benar-benar ditebak.
Uang itu ia kumpulkan dari serangkaian trip pendakian sebagai pemandu. Ketika tamu datang bertubi-tubi dan semua pembayaran dikumpulkan, tabungannya melonjak dalam waktu singkat.
“Saya niat jadi orang kaya selama sepuluh hari. Alhamdulillah, terpenuhi,” katanya.
Dengan uang tunai ratusan juta, Agam pergi ke Bali dan memesan kamar di Hotel Mulia salah satu hotel termewah di Pulau Dewata. Tarifnya? Rp24 juta per malam.
“Kerjaku di Bali cuma surfing, sewa mobil Ferrari,” ucapnya, seolah kehidupan jetset adalah hal yang biasa.
Ketika Ferrari meluncur dengan gagah menyusuri jalanan Kuta dan Seminyak, Agam jadi sorotan. Wajah eksotis, rambut gondrong, dan mobil supercar membuat orang-orang mengira dia turis asal Jepang. Bahkan beberapa perempuan bule mendekat.
“Mereka pikir saya pengusaha. Saya bilang, saya porter,” cerita Agam, lagi-lagi membuat Denny dan seisi studio terbahak.
Tak hanya Ferrari, Agam sempat juga menyewa Lamborghini selama sehari. Saat membuka pintu model “gunting” khas mobil itu, “semua mata langsung tertuju padaku,” katanya bangga.
Namun, Agam tak terpikat glamornya gaya hidup. Justru, ia melihat pengalaman itu sebagai eksperimen sosial tentang bagaimana persepsi manusia bisa begitu mudah dibentuk dari penampilan semu.
Setelah sepuluh hari hidup mewah, tabungan Agam tersisa Rp150 ribu. Namun harapan baru muncul: sebuah rombongan besar hendak mendaki Rinjani, dan mereka siap membayar DP (down payment) senilai ratusan juta.
“Ku dapat itu lagi sekitar Rp400 juta. Tapi belum ditransfer, karena katanya besok baru dikirim,” kata Agam.
Tapi takdir berkata lain. Keesokan harinya, Gunung Rinjani meletus. Pendakian ditutup total. Trip dibatalkan.
“Langsung saya bilang dalam hati: hmm… jadi gembel saya,” ujar Agam setengah tertawa.
Dengan sisa Rp150 ribu, Agam kembali mengencangkan ikat pinggang. Ia menumpang truk dari Bali menuju Lombok, membayar Rp20 ribu kepada sopir dan bahkan ikut membantu menyetir sebuah keterampilan yang ia kuasai sejak masih bocah di TPA Antang, Makassar.
Seperti diketahui, Agam Rinjani, atau nama lengkapnya Abdul Haris Agam, adalah putra asli Makassar, Sulawesi Selatan, yang lahir pada 22 Desember 1988. (vid)

