RELUNG.ID – Seorang dokter menceritakan pengalamannya menjadi dokter di sebuah Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sebuah rumah sakit.
Kala itu, dia mendapati seorang pasien yang harus masuk IGD karena tertawa mengakak.
Cerita tersebut diunggahnya melalui akun media sosialnya @dr.Patrickstar17.
Baca Juga: Ini 8 Manfaat Biji Pepaya Bisa untuk Obati Beragam Penyakit
Kejadian ini berawal setelah Isya atau tepatnya pukul 20.00 WIB. Saat itu, waktu jaganya di IGD tinggal satu jam lagi.
Kemudian, terdengar suara klakson mobil di depan pintu IGD dan seorang lelaki berteriak
“Pasien-pasien,”
Mendapati hal tersebut, dia berpikir jika pasien yang di bawa ini merupakan pasien penurunan kesadaran.
Baca Juga: Partai Golkar Sumsel Ancam Pecat Kader yang Membelot di Pilpres 2024
Ternyata seorang wanita muda usia 25 tahun yang diantar temannya. Mereka datang bertujuh termasuk si pasien.
Dia pun langsung memeriksa pasien dan mendapati tanda-tanda vitalnya normal. Namun, si pasien tidak menjawab apapun dan hanya menggunakan isyarat.
“Saya bertanya kepada temannya, agar dapat mendiagnosis si pasien,” tulisnya.
Baca Juga: Pemerintah Indonesia Terbitkan SUN sebesar Rp 24 Triliun hingga Rp 36 Triliun
Ternyata, dari keterangan temannya. Jika pasien ini sebelumnya tertawa mengakak. Kemudian, terhenti dan tidak dapat tertawa lagi.
Bahkan, salah satu temannya menyebutkan jika mulut dari pasien ini terlalu besar waktu tertawa.
“Akhirnya saya periksa ulang dari awal dan meminta pasien untuk memberikan isyarat,” tambahnya.
Baca Juga: Ini 3 Karakter yang Diprediksikan Membunuh Shanks
Pemeriksaan ini dilakukan dengan meminta pasien untuk membuka mulutnya. Namun, si pasien tidak bisa.
Kemudian, berlanjut dengan inspeksi mulut ternyata tidak bisa tertutup. Selain itu, palpasi teraba nyeri pada sekitar telingan dan teraba tonjolan tulang yang sedikit bergeser.
“Dari situ diketahui sepertinya tulang rahangnya bergeser atau si pasien ini mengalami TMJ atau Dislokasi Rahang,” tambahnya.
Baca Juga: Sejarah, TikTok Jadi Aplikasi Pertama dengan Belanja Konsumen Capai Rp155 Triliun
Dia pun langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah untuk segera ditangani. Pasien pun langsung segera ditangan dengan mereposisi kembali tulang rahangnya.
“Diskolasi rahang ini termasuk kasus emergency yang butuh penanganan segera, karena bisa menganggu airway atau jalur nafas pasien,” tulisnya.
Diunggahan lainnya, dokter ini juga berharap semuanya dapat sehat selalu, dengan menjaga pola makan.
Baca Juga: TEORI ONE PIECE: Shanks Mati Luffy jadi Raja Bajak Laut
Sehingga tidak ada lagi pasien masuk IGD karena asam lambung yang naik dan tidak ada lagi pasien yang masuk IGD karena tertawa terlalu lebar.

